Hari itu setelah bertahun tahun aku gak pernah lagi ngerasain apa itu namanya jatuh cinta , Aku ketemu seseorang yang baru aku ketahui di tempat kerjaku
Cerita itu berawal saat aku ikut lembur kerja. Dia tiba2 dengan mulut lantang dan sikap yang berani tiba-tiba menyuruh aku. "Ehh itu barangnya diberesin dong jangan di tumpuk-tumpuk gitu".
Saat aku liat dia, gaktau kenapa kalau dalam bahasa jawanya "weroh pisan langsung sayang" gitu. Pertama liat langsung sayang wkwk.
Dihari itu juga aku mulai mempunyai rasa suka dengan dia. Alasannya gak munafik.
Secara fisik memang dia benar-benar masuk kriteriaku. Gak terlalu tinggi, putih, sipit dan punya double eyeliner dikelopak matanya, dan juga punya lesung Pipit yang kayaknya sengaja dibikin tuhan supaya dia terlihat lebih sempurna dimataku hehe.
Sebagai cowok normal yang lagi suka cewek. Pastinya aku coba deketin dia agar bisa lebih akrab.
Cepat menaruh hati bukan hal yang mengejutkan.
Langsung ada getaran di dada yang gaktau kenapa muncul lagi setelah sekian lama hal tersebut jarang hadir di perasaanku.
Selang beberapa hari. Aku yang waktu itu selesai sholat kembali duduk dimeja kerjaku, tetapi diperjalanan menuju mejaku aku berpapasan denganya, kemudian dia menyapaku dengan nada merayu "mas yellaaa" sambil menunjukan kedua tangan membentuk love.
Saat itu aku ingin berak lewat hidung saking tegangnya.
Aku yang gak terbiasa ngerespon hal kayak gitu hanya terdiam dan mengelus kedua telapak tangan kedadaku sambil memiringkan sedikit kepalaku
Akupun kembali duduk dan berkata dalam hati "enggak mungkin, lupakan, kamu sudah tua, gak pantas untuk jatuh cinta"
Emang logisnya iyaa sih, dilihat perawakan dia yang begitu sempurna sedangkan penampilanku yang lebih mirip dengan trenggiling menthik ini. Akupun kembali duduk dimeja kerja pakai headset memutar lagunya Peterpan yang berjudul khayalan tingkat tinggi.
Namun di beberapa hari kemudian aku sudah gak menemukanya lagi ditempat kerja, dia gak masuk kerja hampir seminggu. Rasa penasaran pun muncul. Jadi kepikiran dalam ati "jangan jangan ini adalah pertemuan terakhirku sama dia". Berkat nguping lewat obrolan teman-temanya, mereka bilang kalau dia lagi sakit.
Kekawatiranku adalah kalau dia dipecat atau mungkin resign karna kebanyakan libur.
Hari itu aku aku masuk kerja, mencoba memakai kacamata, supaya bisa melihat siapa saja yang sedang berangkat kerja. lagi. lagi aku belum menemuinya ditempat kerja. Gaktau kenapa dengan pertemuan yang sesingkat itu aku mulai gelisah. Dalam hati aku selalu berdoa. *Agak lebay tapi gakpapa namanya juga jatuh cinta.
"Apapun yang akan terjadi selanjutnya, saya cuma pengen liat dia lagi di tempat kerja, jadi tolong hadirkan lagi, aku siap untuk patah hati sedalam-dalamnya".
Di sepanjang hari ketika dia gak lagi berangkat kerja itu, rasa putus harapan pun datang, barangkali memang ada hal yang kita anggap penting tapi dibiarkan lewat dan momennya singkat gitu aja. Seperti kata pepatah kamu gak terlalu penting-penting amat bagi panggung kehidupanya oranglain. Jadi yasudah saat itu saya mikir semua terjadi memang kebetulan saja. Kebetulan ketemu dia, kebetulan dia cantik, kebetulan saya suka, dan kebetulan saya jatuh cinta, saya mikirnya ahh jatuh cinta hanya digerakan oleh reaksi kimia ketika otak dibanjiri oleh hormon dopamine, kitanya jadi gak bisa mikir rasional.
Selang berganti hari Tiba-tiba ketika masuk kerja, masuk kelorong locker room aku berpapasan lagi dengan dia, tanpa menyapa tanpa berkata apa-apa, kalau kata pak Sapardi "disepanjang lorong itu aku gak ada nyali"
Gak tau rasa senang itu membanjiri perasaan saya, saya langsung menuju ke toilet , kencing sambil tangan mengepal bilang yessss.... Seolah seperti merayakan ketika tim bola kesayangan kita mencetak goal.
Dihari itu memang pekerjaan yang sebelum-sebelumnya terasa lebih berat jadi sedikit lebih ringan. Gak terasa Waktu semakin cepat berlalu, tibalah saat istirahat kerja. Saat berpapasan, dia membawa popmie dan minuman. Dan dengan nada yang galak dia bilang "yella, tolong dong taruh ini di locker room ku".
Aku menjawabnya dengan bercanda "gakmaoo".
"Hiih buruan" kata dia dengan raut muka cemberut. Apalagi perempuan tu kalau lagi ngambek malah semakin cantik yaa.
Aku pun gak bisa menolaknya terus bilang "kenapa sih kamu nyuruh2 aku terus". Trus dia jawab "gak usah banyak bicara".
Akupun mengikuti perintahnya dengan hati yang gembira yang coba aku sembunyikan darinya.
Tapi tidak ada gading yang tak retak.
Saya bertemu dia dengan tidak kesengajaan, tanpa ada rencana, tanpa target harus mendapatkannya, hanya mengharap dia hadir di sela-sela kekosongan hati saya yang telah lama usang ini.
Sehingga mengetahui kalau dia sudah punya pasangan pun bukan patah hati yang sepatah-patahnya seperti yang kumaksud.
Melainkan ketika kita sudah gak lagi bisa bertemu, dia gak tau kalau aku pernah mencintainya
Jika suatu saat nanti Sampai hari perpisahan itu datang. Aku hanya ingin dia tau. Bahwa aku pernah jatuh hati kepadanya.
Kalau hal ini gak tersampaikan biarkan cerita singkat ini menjadi core memori baik yang akan selalu kuingat sebagai penanda bahwa yang indah tidak selalu lama. Senja misalnya.
Tulisan akan dilanjutkan saat saya menemui cerita-cerita yang baru selanjutnya
No comments:
Post a Comment