Thursday, 26 February 2026

Imajinari Love

 Melamun adalah hal yang selalu terjadwal dalam setiap aktivitasku sehari-hari.

Aku suka kegiatan itu dari memikirkan hal yang rasional, berimajinasi, sampai kadang ke hal-hal yang gak masuk akal.


Contohnya, ketika aku sedang istirahat kerja makan siang dan menyisakan nasi yang aku kasih ke ayam karna merasa kasian. Aku jadi mikir takdir hidup kan ada karna seleksi alam yaa. Kalau mau ditarik lebih jauh aku ada karna bapak dan ibuku ada,  bapak dan ibuku ada karna dari keluarga sebelumnya juga dan seterusnya dan seterusnya. Sampai pada pertanyaan kalau kebetulan saya ada dari seekor pasangan ayam. Apa kira-kira yaa yang bisa saya rasakan hidup sebagai induk ayam yang menunda makan supaya anak-anaknya bisa makan, padahal dia gak punya consiousness. 

Sebagai seseorang yang punya handicap ADHD, otak saya kadang suka erorr. Terus mencari jawaban-jawaban dari pertanyaan yang menjadi bola liar di kepala sendiri. Betapa tenangnya manusia yang bisa mikir lempeng "ayam yaa ayam, dia hewan".

Tapi justru letak asiknya disitu, jadi kayak punya imajineri friend.

Iyaa aku orang yang tiap kerja males berinteraksi sama orang, sering Makai headset dan ketawa-ketawa sendiri.

"Yella lu orang gila yaa ketawa-ketawa sendiri" ucap temanku yang memperhatikanku.

Padahal aku lagi mikirin kejadian lucu yang sudah terjadi, jadi wajar kalau dianggap gila. Karna cara kerjaku otaku sering geslet seperti itu. Dan semua terjadi secara random


Seperti saat Pagi itu setelah sahur di pembuka bulan puasa. tiba-tiba jadi keingat sama alm. Pak Djoko Sapardi. 

Gaktau kenapa saya suka membacakan alfatihah untuk orang yang baik yang saya kenal, sekalipun orang itu gak kenal saya. Karna dengan karya beliau, saya merasa berutang rasa, dan berterimakasih bisa menciptakan sajak-sajak yang begitu memukau itu.

Pertama kali tahu tentang alm. Pak Sapardi, dari sajaknya yang berjudul ~Aku ingin.

Itu sajak terindah yang pernah aku baca.


Pagi itu aku dengerin sajak pak Sapardi yang telah di cover oleh Ari reda menjadi musikalisasi puisi. Sangat nyaman menghayatinya dan muncul pertanyaan. Apa yang paling indah didunia?. Mungkin jawabannya akan klise.

Jawabannya yaitu "CINTA".

Pak Sapardi mampu merangkai kata-kata  yang bisa mendefinisikan apa itu arti dari cinta. Walaupun mungkin hanya bisa mendekati, Karna pada hakekatnya mungkin cinta adalah salahsatu kata yang tidak bisa terdefinisikan konkrit secara harfiah.  Seperti oksigen yang mampu membuat sel-sel kita menjadi hidup tp pada saat yang bersamaan oksigen juga mematikan sel-sel kita juga, membuat kita menua. Begitu juga cinta, cinta itu kadang membangkitkan, tapi kadang menjatuhkan juga.

Namun yang saya percaya, cinta selalu bisa membua hal-hal menjadi sesuatu yang selalu baru. Jadi gak terasa bosan, dan gak merasa berkorban.

Seperti saya yang membangun imajineri love diisi kepala saya sendiri jadi gak merasa berkorban tapi justru mendapatkan kebahagiaan didalamnya. Seperti kata Sujiwo Tejo, Cinta itu gak butuh pengorbanan, kalau kamu merasa berkorban berarti saat itu juga cintamu mulai luntur.

Mungkin membincarakan cinta juga akan membuat obrolan menjadi sesuatu yang menjijikan tapi tak terbantahkan pula bahwa sebitter-bitternya orang ujung-ujungnya pasti ada hal-hal indah yang tercipta karna cinta.

saya fikir seperti induk ayam itu yang rela gak makan tapi demi melanjutkan keturunannya ia bahagia melakukan itu. Walaupun si induk bahkan aku sendiri yang mengamati pun kagak tau kedepannya nasib atau takdir dari anak ayam ayam itu seperti apa. Entah di santap oleh manusia, atau melahirkan lagi anak-anak kemudian mengulangi siklusnya.


Gak bakal ada yang tau takdir mau ke arah mana. Cuma hanya dengan cinta. Apapun arah takdirnya, pasti akan ada sesuatu yang baru. Bahkan walaupun sudah tidak bersama lagi, cerita dan keadaanya sudah tak lagi sama, tapi memang cinta itu sesederhana yang diucapkan Pak Sapardi dalam sajaknya ~ Aku ingin.

Sesederhana kata yang tak sempat diucapkan api kepada kayu walaupun sudah melebur menjadi abu.

Sesederhana isyarat yang tak sempat diucapkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.

Mencintai dengan sederhana dan membiarkan masing masing bertumbuh  menjalar oleh takdir dan secara konsekuensi pasti akan ada kebahagiaan dan kesedihan yang harus dibayar.


Dan belakangan ini aku sedang menghadapi konsekuensi yang menurutku sih lumayan sedih tapi merasa terselamatkan juga.

Iyaa bersambung dengan cerita kemarin. Tentang perempuan yang punya lesung pipi yang sengaja dibikin Tuhan supaya dia terlihat lebih sempurna dimataku. Wkwk...

Iyaa akhir lebaran ini, di tempat kerjaku mungkin akan ada beberapa yang resign.

Yang membuatku was-was kalau si Dia juga ikutan resign.

Walaupun dia mungkin sampai saat ini belum tahu kalau diam-diam aku menaruh hati padanya dan bahkan mungkin sampai selamanya juga gak bakalan tahu namun aku masih berharap lebih diberikan waktu panjang time line / waktu aku bersamanya.

Yaa walaupun aku tahu gak bakalan gimana-gimana juga. Kadang malah mikir kayaknya perasaanku berlebihan, melihat kondisiku yang menyedihkan ini.

Hanya seperti doaku yang waktu dia gak masuk-masuk kerja permintaanku cuma "semoga dia kembali kerja lagi, gakpapa aku siap menerima konsekuensinya yaitu siap untuk patah hati sedalam-dalamnya".

Mungkin karna perasaanku kelamaan jarang diisi oleh perempuan.

Waktu pertama kali melihatnya dan muncul getaran dalam perasaan itu benar-benar hal yang gak bisa saya kontrol, secara alami, gak tau reaksi apa yang muncul dalam biologisku waktu itu.

Yang jelas aku tu kalau dalam lingkungan bukan orang yang matanya melotot ketika liat cewek cantik dijalan. Malah beberapa orang suka ngledekin kalau aku gak suka sama perempuan

Namun Kehadirannya ditempat kerja itu jujur cukup membuatku ngelakuin hal-hal baik untuk diriku sendiri. Aku jadi merawat diri supaya terlihat bersih didepan dia. Beli parfum vanilla cake, deodorant, bahkan serum implora supaya gak jerawatan, dan Beli baju yang fittinganya bagus untuk menampilkan selera fashionku di depanya. Wkwkkw

Agak berlebihan sih, memang iya saya tau kalau saya cuma merasa keren diisi kepala.

Pagi itu saya mencoba mengenakan celana gombrong, supaya masih relevan sama yang muda-muda. Dan atasan dengan lengan sedikit dibawah sikut supaya seperti mas duta. 

Tapi ketika didepan kaca saya gak betah lama karna insecure kayaknya mau dibentuk kek mana pun gak bakalan jadi keren juga deh. Iyaa saya sampai memakai jel dan menata rambut supaya terlihat rapi tapi malah keliatan gak alami gitu. Dalem itu "apaan sih ini, bener2in rambut, bodoh banget, gak akan membuat jadi rapi dan keren juga".  

Iya saya tau semua itu cuma merasa keren diisi kepala saja, oranglain gak akan nganggep aku keren juga. Cuman dari situ minimal saya bisa improve tentang kerapian dan kebersihan.

Dan tanpa aku sadari yang bisa merubah itu semua yaa hanya love imajineri ku saja.

Tentang ada perempuan yang aku suka di tempat kerja sehingga saya bisa improve tentang penampilan, attitude bahkan hal yang paling besar adalah melakukan sesuatu secara all out sampai garis takdir yang menentukan. Walaupun bayangan tentang takdir itu sendiri buruk sekalipun.

Yaa memang itulah tugas perempuan, seharusnya bisa membuat laki-laki menjadi kekanak-kanakan yang abadi.

Kalau semua perempuan bisa membuat laki-laki menjadi kanak-kanak yang abadi saya rasa gak perlu nunggu 2045, gak perlu nebang sawit juga indonesia sudah emas sekarang juga wkwk

Dan dimasa menjelang timeline saya dengan dia yang tidak tau akan panjang atau tidak. Saya cuma berharap. Biarkan saya melakukan yang terbaik sebisa mungkin, walaupun mungkin setiap harinya cuma bisa curi-curi pandang dan membangun imajinari love. 

Menjelang takdir yang gak bisa kita yang nentuin ini. 

Seperti apa kata sajak dari Pak Sapardi. Aku hanya ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan kata yang tak sempat disampaikan kayu kepada api yang menjadikanya abu, aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.

Jika memang setelah lebaran itu aku sudah gak bisa menemuimu lagi di tempat kerja. Terimakasih atas waktunya walaupun sebentar yang sempat tercipta di tempat kerja itu walaupun tanpa kesengajaan dan bahkan mungkin dia gak tau. Terimakasih juga karna sudah meminjamkan namamu dalam setiap doaku yang waktu itu aku isi dengan permintaan sederhana yaitu hadirkan lagi dia di dalam hari-hariku.

Saya yang merasa kritis pada saat itu cukup terselamatkan dengan menghirup sedikit oksigen yang dia berikan, walaupun mungkin bukan kesengajaan, tapi saya percaya semua itu atas kebaikan semesta yang telah diberikan kepada saya. Saya bakal notice cerita ini.

Walaupun diusiaku yang sudah gak pantas lagi sebenarnya berbicara tentang cinta-cintaan seperti ini, cuma saya selalu melakukan hal yang melankolis dalam beberapa moment dihidup saya, karna masih miskin mungkin, kalau sudah kaya permasalahan hidup saya hanya uang, uang dan uang.

Dan saya nulis ini dalam rangka melatih storytelling yang akan kuasah sampai kapanpun. 

Dan jika berkenan diberikan waktu yang lebih panjang. Mungkin aku akan menceritakan mu lagi besok.hehe.

Tuesday, 17 February 2026

Tentang Jarak

 Tentang Jarak. 


Ditahun 2018, Kita sama sama mati *aku dan bapaku. Namun cuma bapak yang dikubur dan aku tidak. saat itu aku sudah gak bisa mengekspresikan kesedihan lagi. kayak ada blackhole dihatiku.

Sedangkan aku menjalani hari kala itu seperti dilahirkan kembali sebagai seorang yang kerdil, tak dianggap oleh dunia, dibiarkan hidup sendirian, tanpa bekal dan senjata untuk melawan kerasnya dunia, tak punya siapa-siapa except one person.

Dia adalah alasan aku masih hidup sampai saat ini. Dialah yang ngasih aku satu-satunya senjata untuk survive di panggung kehidupan ini. 

Kalau dalam mobile legend sih nama itemnya immortal, diberi kesempatan untuk hidup satu kali lagi.

Dia adalah ibuku. Tanker terbaik yang pernah saya miliki selama hidup. Mampu menahan damage yang gak masuk akal serangan dari luar. Mampu men shoutcall ketika mau nyerang maupun bertahan.

Aku tahu tahu kapasitasnya dalam mempermainkan dunia sudah ketinggalan jaman. Tak dipungkiri ibarat main game di handphone dengan ram 2gb, suka ngeframe, layar nyentuh2 sendiri, serba sulit namun dia tetap ingin memperlihatkan permainannya yang terbaik.


Saya begitu dekat dengan ibu saya. Dari kecil aku selalu dimanja.


Ketika mau berangkat sekolah, aku selalu disiapin air hangat buat mandi, disiapin sarapan, disiapin peralatan sekolah, bahkan hal yang paling simpel seperti menyisir rambutku pun masih ia lakukan sampai aku SMP. 

Dulu aku sering malu karna sering diledekin sama teman. "Udah gede masih disisirin"

Sampai aku sadar ternyata itulah cara dia menyayangi anaknya dengan kemampuannya, sesuai kapasitas dan pengetahuan yang dimilikinya. 

Dia gak belajar sama sekali ilmu parenting. Karna emang gak ada previllege. 

Long backstory, 

Ibuku tu dari kecil sudah ditinggal oleh bapak dan ibunya. Kakek saya tu seniman dalang. Beliau meninggal ditabrak lari mobil dari orang yang gak bertanggung jawab. 

Sempat diasuh sama nenek saya. Tapi ketika nenek saya meninggal, ibu saya diasuh oleh buyut. Kemudian kalau dalam bahasa Jawa di pek anak atau di adopsi oleh oranglain.

Emang agak rumit silsilah keluargaku.

Namun dari hal itu saja betapa sulitnya masa kecil yang dihadapin oleh ibu saya.

Bahkan kata beliau dulu saking gak ada makanan, hewan tokek pun pernah dia cicipi.

Jadi saya kadang penuh kemakluman kalau dia menyampaikan kasihsayangnya ke saya sesuai dengan kapasitasnya. Akan sangat egois kalau aku menuntut dia diluar kapasitas yang dia miliki.

Memanjakan saya sejak kecil merupakan bentuk kasihsayangnya. Namun hal tersebut malah justru menjadi handicap buat saya.

Saya jadi telat mendapatkan kemandirian dan kedewasaan, gak bisa disiplin, gak bisa memanage diri sendiri.

Dan yang jelas saya paling telat mendapatkan kemandirian dibandingkan umur-umur teman sekitar.


Hal itu lebih kerasa saat bapak saya meninggal dunia 2018, ibarat bahtera yang kehilangan nahkodanya, saya yang belum diberikan pemahaman bagaimana cara mengendarai nahkoda harus menggantikan peranya. Pasti oleng.


Kala itu aku sudah pasrah Dan sudah iklash menua di kota kelahiranku Gunungkidul sebagai seorang yang dianggap paling buruk sekalipun gakpapa asal saya dekat dengan yang aku sering menyebutnya dengan "the special one". Ibu saya tercinta.


Namun semakin lama hal yang aku rasakan malah semakin kacau. 

Hari demi hari aku merasa hidupku semua hanya tentang tuntutan. Mana gak ada yang nge ngendure dan bisanya cuma pada nge judge lagi.

Anjing emang.

Bosan, marah, sedih, kesal semua emosi menyatu menjadi luapan untuk keluar dari zona nyaman yang sebenarnya tidak nyaman itu, selalu muter gimana yaa caranyaa.


Disuatu malam. Ketika aku pulang ibuku tiba-tiba bilang "Lee nek kwe Melu dulurmu Sik Ng Tangerang gelem oraa"


sebenarnya restu itu yang aku mau dari dulu, belajar mandiri di perantauan.

Namun aku tau itu adalah win-win solution untuk kita malam itu, walaupun dari dua sisi pasti akan ada rasa yang amat begitu berat. Seolah keduanya ditarik oleh dua blackhole yang berbeda. Bukan keinginannya tapi memang harus dilakukan.


Tibalah hari dimana saudaraku yang di Tangerang mudik ke rumah.

Hari itu ibuku meminta izin kalau saya ingin ikut mereka, 

Dengan senang hati mereka mau menerimanya. 

Namun kala itu mereka mudik emang gak terlalu lama hanya sekitar 3hari. Sedangkan aku masih harus ngurus, SKCK dan kartu kuning untuk syarat lamaran kerja.


Esok harinya aku dengan sangat tergesa gesa mengurus itu semua.

Pagi itu aku berkata dalam hati, aku harus iklash, aku tidak boleh bersedih, aku tidak boleh nangis. Karna ketika saya selesai ngurus berkas itu semua, artinya sore hari pun aku sudah harus berangkat ke Tangerang dengan mereka.


Kala itu aku mondar mandir ngurus berkas ini itu, setelah berjibaku dengan berkas yang lumayan rumit akhirnya beberapa kelar dan tinggal ngurus surat kartu kuning.


Diperjalanan menuju kantornya di terminal selang, disepanjang perjalanan dengan sepeda motor itu tiba-tiba seolah bukan keinginanku untuk mengucapkan kalimat itu tiba-tiba keluar saja dari dalam hati "yakin?? Gak akan nangis" 

Habis dengar kalimat itu, airmataku keluar banyak banget, guwee nangis sesenggukan dijalan, sumpah muka gw jelek banget waktu itu. Bayangan saya waktu itu saya harus nangis senangis-nangisnya supaya saat berpamitan saya gak terlihat lagi bersedih. 

Iyaa memang yang saya paling benci didunia itu adalah perpisahan, saya paling gak bisa.

Akhirnya setelah semuanya selesai, sore itu aku berpamitan ke tetangga-tetangga saya doa minta restu. 

Dan saat kumpul keluarga ditempat simbah, menjelang menuju ke perantauan, saya merasa keberadaan saya tidak terlalu dianggap disana. seolah mereka hanya menjamu tamu yang akan pulang ke Tangerang. Sedangkan aku dalam bayangan mereka mungkin cuma orang yang ngerepotin.

Walaupun memang iyaa hehe. Tapi i don't know and i don't care. Kayak udah bener aja ngurusin keluarganya, "ngomong dalam ati"

Akupun gak terlalu mikirin hal itu, yang terpenting saat itu hanyalah ibuku. Just for my mom i do it.

Sampailah saat berpamitan itu datang. kami semua masuk mobil, dan didalam mobil aku sama sekali gak ingin melihat wajah ibu saya, karna sudah pasti saya gak akan kuat menahan tangis, iyaa aku gak mau terlihat cengeng dihadapan dia.

Seperti yang pernah dikatakan oleh alm. Bapak saya "lelaki cengeng tidak akan dimanjakan dunia".

Aku bersikukuh mengeluarkan semua kesedihan ini setelah sampai disana. Biar saya sendiri dan pembaca blog ini saja yang tau wkwk.

Kala itu disepanjang perjalanan rasa senang dan sedih pun bercampur aduk. Kayak ada lubang blackhole dihati saya. Saya pasrahkan kearah mana hidup ini akan membawa saya. Bisa jadi baik bisa jadi buruk. Tapi yang terpenting untuk saat itu, saya sedikit mendapatkan ketenangan. Melepaskan segala belenggu dari tuntutan2 yang mengikat. 

Walaupun tanpa target, tanpa rencana besar, dan tanpa tau hasilnya mau kek gimana.


Dan dengan pertolongan dari Tuhan yang maha baik dan berkat doa ibu juga. Semuanya berjalan menyenangkan. Walaupun pelan tapi ada kebahagiaan yang tak menetap.

cepat mendapatkan pekerjaan, punya teman baru yang gak toxic.

suatu hari aku solat subuh. saya bersujud diatas sajadah tepat jam 5..

disana akhirnya saya bisa nangis... nangis gak karuan...

jujur saya gak ngerti sama sekali soal Agama. tapi semenjak saya aktif beribadah.. saya merasa hidup saya gak kosong, saya mulai mencari hal baik dalam hidup saya..

Ternyata semuanya berjalan begitu menyenangkan. Banyak pertolongan-pertolongan yang tak terduga dari mana arahnya. 


Peran baru, ritme baru dan berjalan sendirian jadi membuatku merasa lebih jujur pada diri sendiri.

Aku jadi tau kapan harus berhenti, kapan harus melanjutkan dan kapan hanya duduk dan menikmati momen yang ada.

Saya belajar untuk pergi, agar tau jalan untuk kembali walaupun harus mencari.

Dalam bayangan hidup saya yang singkat ini menciptakan mesin waktu sama keluargaku yang kemudian bisa diputar kembali adalah salahsatu impianku.

Dan yang jelas dari sanalah saya mengerti bahwa kadang jarak itu meromantisasi hubungan. Hubungan kesiapapun  termasuk teman, keluarga, bahkan Tuhan

Karna jarak mengajari kita banyak hal.

Jarak sendiri mengajari kita untuk percaya, jarak mengajari kita untuk bersabar, dan jarak mengajari kita untuk saling menemukan.

Dan mengapa jarak begitu mengajari kita banyak hal, semua itu pasti punya alasan.

Aku yakin alasannya adalah kita.

*Ibu❤️

Bagi saya mencintai ibuku adalah interpretasi mencintai bapaku yang sudah tiada juga.

Karna dalam darah mereka terciptalah aku. Yang ada ketika isi dunia gak tau aku ada. Orang yang gak dikenal siapa-siapa. Bahkan kalau datang di reuni akbar di sekolah mungkin semua pada gak ngeh kalau aku disitu. untuk sekarang yang penting untuk diri saya adalah tidak mati konyol dan masih bisa berfikir waras saja cukup.

Jadi saya notice buat kalian yang mau membaca tulisan yang terlalu jual kesedihan dan terlalu menye menye ini.

Saya cuma ingin ngeluarin ingatan yang menumpuk dikepala. Karna kadang ada moment yang perlu diarsipkan. Makanya aku menulis.


Monday, 16 February 2026

Mengagumi dalam diam

 


Hari itu setelah bertahun tahun aku gak pernah lagi ngerasain apa itu namanya jatuh cinta , Aku ketemu seseorang yang baru aku ketahui di tempat kerjaku

Cerita itu berawal saat aku ikut lembur kerja. Dia tiba2 dengan mulut lantang dan sikap yang berani tiba-tiba menyuruh aku. "Ehh itu barangnya diberesin dong jangan di tumpuk-tumpuk gitu".

Saat aku liat dia, gaktau kenapa kalau dalam bahasa jawanya "weroh pisan langsung sayang" gitu. Pertama liat langsung sayang wkwk.

Dihari itu juga aku mulai mempunyai rasa suka dengan dia. Alasannya gak munafik.

Secara fisik memang dia benar-benar masuk kriteriaku. Gak terlalu tinggi, putih, sipit dan punya double eyeliner dikelopak matanya, dan juga punya lesung Pipit yang kayaknya sengaja dibikin tuhan supaya dia terlihat lebih sempurna dimataku hehe.


Sebagai cowok normal yang lagi suka cewek. Pastinya aku coba deketin dia agar bisa lebih akrab.

Cepat menaruh hati bukan hal yang mengejutkan.

 Langsung ada getaran di dada yang gaktau kenapa muncul lagi setelah sekian lama hal tersebut jarang hadir di perasaanku. 


Selang beberapa hari. Aku yang waktu itu selesai sholat kembali duduk dimeja kerjaku, tetapi diperjalanan menuju mejaku aku berpapasan denganya, kemudian dia menyapaku dengan nada merayu "mas yellaaa" sambil menunjukan kedua tangan membentuk love.

Saat itu aku ingin berak lewat hidung saking tegangnya. 


Aku yang gak terbiasa ngerespon hal kayak gitu hanya terdiam dan mengelus kedua telapak tangan kedadaku sambil memiringkan sedikit kepalaku

Akupun kembali duduk dan berkata dalam hati "enggak mungkin, lupakan, kamu sudah tua, gak pantas untuk jatuh cinta"

Emang logisnya iyaa sih, dilihat perawakan dia yang begitu sempurna sedangkan penampilanku yang lebih mirip dengan trenggiling menthik ini. Akupun kembali duduk dimeja kerja pakai headset memutar lagunya Peterpan yang berjudul khayalan tingkat tinggi.


Namun di beberapa hari kemudian aku sudah gak menemukanya lagi ditempat kerja, dia gak masuk kerja hampir seminggu. Rasa penasaran pun muncul. Jadi kepikiran dalam ati "jangan jangan ini adalah pertemuan terakhirku sama dia". Berkat nguping lewat obrolan teman-temanya, mereka bilang kalau dia lagi sakit. 

Kekawatiranku  adalah kalau dia dipecat atau mungkin resign karna kebanyakan libur.

 Hari itu aku aku masuk kerja, mencoba memakai kacamata, supaya bisa melihat siapa saja yang sedang berangkat kerja. lagi. lagi aku belum menemuinya ditempat kerja. Gaktau kenapa dengan pertemuan yang sesingkat itu aku mulai gelisah. Dalam hati aku selalu berdoa. *Agak lebay tapi gakpapa namanya juga jatuh cinta.

"Apapun yang akan terjadi selanjutnya, saya cuma pengen liat dia lagi di tempat kerja, jadi tolong hadirkan lagi, aku siap untuk patah hati sedalam-dalamnya".


Di sepanjang hari ketika dia gak lagi berangkat kerja itu, rasa putus harapan pun datang, barangkali memang ada hal yang kita anggap penting tapi dibiarkan lewat dan momennya singkat gitu aja. Seperti kata pepatah kamu gak terlalu penting-penting amat bagi panggung kehidupanya oranglain. Jadi yasudah saat itu saya mikir semua terjadi memang kebetulan saja. Kebetulan ketemu dia, kebetulan dia cantik, kebetulan saya suka, dan kebetulan saya jatuh cinta, saya mikirnya ahh jatuh cinta hanya digerakan oleh reaksi kimia ketika otak dibanjiri oleh hormon dopamine, kitanya jadi gak bisa mikir rasional.

Selang berganti hari Tiba-tiba ketika masuk kerja, masuk kelorong locker room aku berpapasan lagi dengan dia, tanpa menyapa tanpa berkata apa-apa, kalau kata pak Sapardi "disepanjang lorong itu aku gak ada nyali"

Gak tau rasa senang itu membanjiri perasaan saya, saya langsung menuju ke toilet , kencing sambil tangan mengepal bilang yessss.... Seolah seperti merayakan ketika tim bola kesayangan kita mencetak goal.


Dihari itu memang pekerjaan yang sebelum-sebelumnya terasa lebih berat jadi sedikit lebih ringan. Gak terasa Waktu semakin cepat berlalu, tibalah saat istirahat kerja. Saat berpapasan, dia membawa popmie dan minuman. Dan dengan nada yang galak dia bilang "yella, tolong dong taruh ini di locker room ku".


Aku menjawabnya dengan bercanda "gakmaoo".


"Hiih buruan" kata dia dengan raut muka cemberut. Apalagi perempuan tu kalau lagi ngambek malah semakin cantik yaa.

Aku pun gak bisa menolaknya terus bilang "kenapa sih kamu nyuruh2 aku terus". Trus dia jawab "gak usah banyak bicara".

Akupun mengikuti perintahnya dengan hati yang gembira yang coba aku sembunyikan darinya.


Tapi tidak ada gading yang tak retak.  

Saya bertemu dia dengan tidak kesengajaan, tanpa ada rencana, tanpa target harus mendapatkannya, hanya mengharap dia hadir di sela-sela kekosongan hati saya yang telah lama usang ini.

Sehingga mengetahui kalau dia sudah punya pasangan pun bukan patah hati yang sepatah-patahnya seperti yang kumaksud.

Melainkan ketika kita sudah gak lagi bisa bertemu, dia gak tau kalau aku pernah mencintainya


Jika suatu saat nanti Sampai hari perpisahan itu datang. Aku hanya ingin dia tau. Bahwa aku pernah jatuh hati kepadanya.

Kalau hal ini gak tersampaikan biarkan cerita singkat ini menjadi core memori baik yang akan selalu kuingat sebagai penanda bahwa yang indah tidak selalu lama. Senja misalnya.


Tulisan akan dilanjutkan saat saya menemui cerita-cerita yang baru selanjutnya