Melamun adalah hal yang selalu terjadwal dalam setiap aktivitasku sehari-hari.
Aku suka kegiatan itu dari memikirkan hal yang rasional, berimajinasi, sampai kadang ke hal-hal yang gak masuk akal.
Contohnya, ketika aku sedang istirahat kerja makan siang dan menyisakan nasi yang aku kasih ke ayam karna merasa kasian. Aku jadi mikir takdir hidup kan ada karna seleksi alam yaa. Kalau mau ditarik lebih jauh aku ada karna bapak dan ibuku ada, bapak dan ibuku ada karna dari keluarga sebelumnya juga dan seterusnya dan seterusnya. Sampai pada pertanyaan kalau kebetulan saya ada dari seekor pasangan ayam. Apa kira-kira yaa yang bisa saya rasakan hidup sebagai induk ayam yang menunda makan supaya anak-anaknya bisa makan, padahal dia gak punya consiousness.
Sebagai seseorang yang punya handicap ADHD, otak saya kadang suka erorr. Terus mencari jawaban-jawaban dari pertanyaan yang menjadi bola liar di kepala sendiri. Betapa tenangnya manusia yang bisa mikir lempeng "ayam yaa ayam, dia hewan".
Tapi justru letak asiknya disitu, jadi kayak punya imajineri friend.
Iyaa aku orang yang tiap kerja males berinteraksi sama orang, sering Makai headset dan ketawa-ketawa sendiri.
"Yella lu orang gila yaa ketawa-ketawa sendiri" ucap temanku yang memperhatikanku.
Padahal aku lagi mikirin kejadian lucu yang sudah terjadi, jadi wajar kalau dianggap gila. Karna cara kerjaku otaku sering geslet seperti itu. Dan semua terjadi secara random
Seperti saat Pagi itu setelah sahur di pembuka bulan puasa. tiba-tiba jadi keingat sama alm. Pak Djoko Sapardi.
Gaktau kenapa saya suka membacakan alfatihah untuk orang yang baik yang saya kenal, sekalipun orang itu gak kenal saya. Karna dengan karya beliau, saya merasa berutang rasa, dan berterimakasih bisa menciptakan sajak-sajak yang begitu memukau itu.
Pertama kali tahu tentang alm. Pak Sapardi, dari sajaknya yang berjudul ~Aku ingin.
Itu sajak terindah yang pernah aku baca.
Pagi itu aku dengerin sajak pak Sapardi yang telah di cover oleh Ari reda menjadi musikalisasi puisi. Sangat nyaman menghayatinya dan muncul pertanyaan. Apa yang paling indah didunia?. Mungkin jawabannya akan klise.
Jawabannya yaitu "CINTA".
Pak Sapardi mampu merangkai kata-kata yang bisa mendefinisikan apa itu arti dari cinta. Walaupun mungkin hanya bisa mendekati, Karna pada hakekatnya mungkin cinta adalah salahsatu kata yang tidak bisa terdefinisikan konkrit secara harfiah. Seperti oksigen yang mampu membuat sel-sel kita menjadi hidup tp pada saat yang bersamaan oksigen juga mematikan sel-sel kita juga, membuat kita menua. Begitu juga cinta, cinta itu kadang membangkitkan, tapi kadang menjatuhkan juga.
Namun yang saya percaya, cinta selalu bisa membua hal-hal menjadi sesuatu yang selalu baru. Jadi gak terasa bosan, dan gak merasa berkorban.
Seperti saya yang membangun imajineri love diisi kepala saya sendiri jadi gak merasa berkorban tapi justru mendapatkan kebahagiaan didalamnya. Seperti kata Sujiwo Tejo, Cinta itu gak butuh pengorbanan, kalau kamu merasa berkorban berarti saat itu juga cintamu mulai luntur.
Mungkin membincarakan cinta juga akan membuat obrolan menjadi sesuatu yang menjijikan tapi tak terbantahkan pula bahwa sebitter-bitternya orang ujung-ujungnya pasti ada hal-hal indah yang tercipta karna cinta.
saya fikir seperti induk ayam itu yang rela gak makan tapi demi melanjutkan keturunannya ia bahagia melakukan itu. Walaupun si induk bahkan aku sendiri yang mengamati pun kagak tau kedepannya nasib atau takdir dari anak ayam ayam itu seperti apa. Entah di santap oleh manusia, atau melahirkan lagi anak-anak kemudian mengulangi siklusnya.
Gak bakal ada yang tau takdir mau ke arah mana. Cuma hanya dengan cinta. Apapun arah takdirnya, pasti akan ada sesuatu yang baru. Bahkan walaupun sudah tidak bersama lagi, cerita dan keadaanya sudah tak lagi sama, tapi memang cinta itu sesederhana yang diucapkan Pak Sapardi dalam sajaknya ~ Aku ingin.
Sesederhana kata yang tak sempat diucapkan api kepada kayu walaupun sudah melebur menjadi abu.
Sesederhana isyarat yang tak sempat diucapkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.
Mencintai dengan sederhana dan membiarkan masing masing bertumbuh menjalar oleh takdir dan secara konsekuensi pasti akan ada kebahagiaan dan kesedihan yang harus dibayar.
Dan belakangan ini aku sedang menghadapi konsekuensi yang menurutku sih lumayan sedih tapi merasa terselamatkan juga.
Iyaa bersambung dengan cerita kemarin. Tentang perempuan yang punya lesung pipi yang sengaja dibikin Tuhan supaya dia terlihat lebih sempurna dimataku. Wkwk...
Iyaa akhir lebaran ini, di tempat kerjaku mungkin akan ada beberapa yang resign.
Yang membuatku was-was kalau si Dia juga ikutan resign.
Walaupun dia mungkin sampai saat ini belum tahu kalau diam-diam aku menaruh hati padanya dan bahkan mungkin sampai selamanya juga gak bakalan tahu namun aku masih berharap lebih diberikan waktu panjang time line / waktu aku bersamanya.
Yaa walaupun aku tahu gak bakalan gimana-gimana juga. Kadang malah mikir kayaknya perasaanku berlebihan, melihat kondisiku yang menyedihkan ini.
Hanya seperti doaku yang waktu dia gak masuk-masuk kerja permintaanku cuma "semoga dia kembali kerja lagi, gakpapa aku siap menerima konsekuensinya yaitu siap untuk patah hati sedalam-dalamnya".
Mungkin karna perasaanku kelamaan jarang diisi oleh perempuan.
Waktu pertama kali melihatnya dan muncul getaran dalam perasaan itu benar-benar hal yang gak bisa saya kontrol, secara alami, gak tau reaksi apa yang muncul dalam biologisku waktu itu.
Yang jelas aku tu kalau dalam lingkungan bukan orang yang matanya melotot ketika liat cewek cantik dijalan. Malah beberapa orang suka ngledekin kalau aku gak suka sama perempuan
Namun Kehadirannya ditempat kerja itu jujur cukup membuatku ngelakuin hal-hal baik untuk diriku sendiri. Aku jadi merawat diri supaya terlihat bersih didepan dia. Beli parfum vanilla cake, deodorant, bahkan serum implora supaya gak jerawatan, dan Beli baju yang fittinganya bagus untuk menampilkan selera fashionku di depanya. Wkwkkw
Agak berlebihan sih, memang iya saya tau kalau saya cuma merasa keren diisi kepala.
Pagi itu saya mencoba mengenakan celana gombrong, supaya masih relevan sama yang muda-muda. Dan atasan dengan lengan sedikit dibawah sikut supaya seperti mas duta.
Tapi ketika didepan kaca saya gak betah lama karna insecure kayaknya mau dibentuk kek mana pun gak bakalan jadi keren juga deh. Iyaa saya sampai memakai jel dan menata rambut supaya terlihat rapi tapi malah keliatan gak alami gitu. Dalem itu "apaan sih ini, bener2in rambut, bodoh banget, gak akan membuat jadi rapi dan keren juga".
Iya saya tau semua itu cuma merasa keren diisi kepala saja, oranglain gak akan nganggep aku keren juga. Cuman dari situ minimal saya bisa improve tentang kerapian dan kebersihan.
Dan tanpa aku sadari yang bisa merubah itu semua yaa hanya love imajineri ku saja.
Tentang ada perempuan yang aku suka di tempat kerja sehingga saya bisa improve tentang penampilan, attitude bahkan hal yang paling besar adalah melakukan sesuatu secara all out sampai garis takdir yang menentukan. Walaupun bayangan tentang takdir itu sendiri buruk sekalipun.
Yaa memang itulah tugas perempuan, seharusnya bisa membuat laki-laki menjadi kekanak-kanakan yang abadi.
Kalau semua perempuan bisa membuat laki-laki menjadi kanak-kanak yang abadi saya rasa gak perlu nunggu 2045, gak perlu nebang sawit juga indonesia sudah emas sekarang juga wkwk
Dan dimasa menjelang timeline saya dengan dia yang tidak tau akan panjang atau tidak. Saya cuma berharap. Biarkan saya melakukan yang terbaik sebisa mungkin, walaupun mungkin setiap harinya cuma bisa curi-curi pandang dan membangun imajinari love.
Menjelang takdir yang gak bisa kita yang nentuin ini.
Seperti apa kata sajak dari Pak Sapardi. Aku hanya ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan kata yang tak sempat disampaikan kayu kepada api yang menjadikanya abu, aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.
Jika memang setelah lebaran itu aku sudah gak bisa menemuimu lagi di tempat kerja. Terimakasih atas waktunya walaupun sebentar yang sempat tercipta di tempat kerja itu walaupun tanpa kesengajaan dan bahkan mungkin dia gak tau. Terimakasih juga karna sudah meminjamkan namamu dalam setiap doaku yang waktu itu aku isi dengan permintaan sederhana yaitu hadirkan lagi dia di dalam hari-hariku.
Saya yang merasa kritis pada saat itu cukup terselamatkan dengan menghirup sedikit oksigen yang dia berikan, walaupun mungkin bukan kesengajaan, tapi saya percaya semua itu atas kebaikan semesta yang telah diberikan kepada saya. Saya bakal notice cerita ini.
Walaupun diusiaku yang sudah gak pantas lagi sebenarnya berbicara tentang cinta-cintaan seperti ini, cuma saya selalu melakukan hal yang melankolis dalam beberapa moment dihidup saya, karna masih miskin mungkin, kalau sudah kaya permasalahan hidup saya hanya uang, uang dan uang.
Dan saya nulis ini dalam rangka melatih storytelling yang akan kuasah sampai kapanpun.
Dan jika berkenan diberikan waktu yang lebih panjang. Mungkin aku akan menceritakan mu lagi besok.hehe.