Monday, 24 April 2017

Ceramah sebelum puasa "FANATISME"

Kemarin pas pembelajaran bela diri dosen X menanyakan seluruh mahasiswa dikelasku, siapa saja yang mendukung ahok ... serta suruh menyebutkan alasanya kenapa..
Banyak teman2ku yang angkat tangan dengan alasan paling banyak adalah karna "kinerjanya"..
Setelah menjawab suasana ruangan hening sesaat..
Saya fikir si dosen X akan memberikan argumen yang berkelas tentang pertanyaan ini.. tapi yang terucap justru

"perbanyak mengucap kalimat toyibah sebelum matahari muncul dari barat, karna sudah jelas disurat almaidah, bla bla bla"
Seketika kepercayaanku terhadap kecerdasan dosen X ini luntur...

Cerita diatas merupakan salahsatu contoh fanatisme..

Saya pun langsung berdiskusi tentang fanatisme dengan teman2ku
Yapss teman2ku sering menamainya padepokan... mendirikan perkuliahan sendiri diluar KRS.
Dosenya saya sendiri... pengikutnya sudah hampir 10k (kera)

FANATISME menurut wikipedia adalah sikap tidak toleran yang berlebihan terhadap pandangan yang berlawanan (Excessive intolerance of opposing views).
Tapi hal ini ditentang oleh murid saya yang bernama tatag..
Kata dia isme itu merupakan paham...kenapa dalam fanatik fanatisme justru didefinisikan sebagai sesuatu yang berlebihan..
Menurut saya wikipedia dan sumber lainya itu salah dalam mendefinisikan fanatisme sebagai sesuatu yang berlebih,
Fanatisme itu merupakan paham tentang fanatik.. yang bisa jadi berlebihan dalam penerapanya..

fanatisme yang berlebih itu tidak mempedulikan baik-buruknya, atau benar-salahnya dalam pembelaan. Mereka tidak toleran atau akan tetap mendukung argumentnya meskipun kenyataanya yang dibela itu kurang benar...

"Kalo begitu kamu juga dipihak ahox dong yell, berarti kamu membela nasrani.."

Aku gak dipihak siapa2 rek..

Ibarat sebuah kopi, aku adalah penikmat, bukan berarti harus jadi pemuja apalagi pencandunya. Aku juga punya pilihan meminum teh, kopi, cokelat, atau susu
Semuanya layak dinikmati tanpa harus fanatik atau menghujat pilihan yang berbeda.

Aku cuma menyesalkan si dosen X membahas politik tapi masih menyangkut pautkan dengan Agama, menurut saya itu gak relevan..

Jika agama itu adalah dasar dari semua aturan.. tapi kok masih kalah dengan aturan2 yang lainya..
Saya percaya nabi Muhammad S.A.W itu jenius kok... ndak mungkin Agama kalah dengan peraturan-peraturan yang lainya. Pasti yang salah itu adalah sipenafsirnya...

Fanatisme berlebihan akan mudah dipropokasi.
Hanya bermodal propaganda kita bisa dipecah belahkan
Dan terjadi dibanyak sekali kalangan yang memicu terjadinya konflik, semua hanya karna "PERBEDAAN"

Hal2 seperti ini terjadi karna mereka merasa dirinya paling benar.
Jika sudah begitu mereka menganggap sesuatu yang bertentangan itu salah semua..

Para fanatisme berlebih itu tidak profesional...
Mereka membawa-bawa masalah dalam segala aspek kehidupan...
Misal urusan politik dicampur2kan dengan Agama...
Urusan politik dibawa-bawa dalam kehidupan sehari-hari..
Mereka itu gak ngerti wayah kapan membicarakan politik, kapan membicarakan Agama, dll
Mereka gak bisa menempatkan pembicaraan sesuai topik yang sedang dibahas..

Pernah waktu itu aku menghadiri acara pengajian menjelang ramadhan tapi yang dibahas justru malah politik.. mereka menyesalkan beberapa pihak yang mendukung kubu calon lurah yang non muslim...
Beberapa ustad memojokan orang yang memilih calon lurah non muslim..
Cara memojokanya pun diluar batas wajar
Awalnya mereka menjelaskan bahwa "disurat almaidah sudah dijelaskan bahwa islam tidak boleh dipimpin oleh orang yang non muslim... bla bla...."

Sampai ke tindakan yang propokativ, satu kata yang sempat saya dengar dan masih saya ingat waktu itu adalah "kalau misal orang yang memilih non muslim itu orang abangan gakpapa kita maklumii, lha inii orang yang ada disini dan masih aktiv ke masjid, kalau begini caranya daripada menodai yang lain mending gak usah pergi ke masjid lagi aja percuma"
Kurang lebih seperti ituu.. jadii..
Sudah seperti Tuhan saja melarang2 orang pergi kemasjid.
Tuhan saja tidak pernah melarang akan hal itu...
Yang berhak menilai itu Tuhan bukan manusia

Orang seperti itu sudah merasa kalau dirinya paling benar..
Padahal dalam sholat itu ada bacaan al-fatehah dan didalamnya ada ayat yang berbunyi ihdinasiratalmustakim, yang berarti tunjukanlah saya kejalan yang lurus.. yang pada hakikatnya manusia itu selalu bengkok sehingga selalu mengucapkan ihdinasiratalmustakim agar dikembalikan ke jalan yang lurus lagi..
Orang2 yang merasa paling benar itu seharusnya saat membaca alfatehah ikhdinasiratalmustakim nya dihilangkan saja...

Kemudian ada argument lain yang memanaskan suasana lagi
Kurang lebih seperti ini " silahkan kalian rasakan nanti kalau dipimpin non muslim bantuan bantuan berupa sembako dll akan sulit didapat"
Perkataan ini seperti menghakimi dan seolah-olah menghina Tuhan karna khawatir kalau besok tidak bisa dapat rejeki, seolah-olah Tuhan tidak bisa memberikan pertolongan...

Fanatisme yang berlebih itu hanya mencari menangnya saja tidak peduli dengan pelajaran apa yang akan didapat dan resiko apa yang akan terjadi disekitar.
Mereka akan gegabah dalam menyimpulkan..

Namun semua itu tidak berlaku bagi fanatisme yang mengerti tentang bagaimana menghargai setiap perbedaan, misal saat kita jadi petani maka all out lah menjadi petani, saat jadi polisi maka all outlah jadi polisi, saat jadi ustad  maka all out lah jadi ustad,
Misal kalian jadi fans emyu  maka all outlah menjadi pendukung emyu, dengan begitu kalian paham seluk beluknya tanpa harus membenci perbedaan  yang ada.
Karna tanpa perbedaan, sejarah mungkin tidak akan tecipta

Kok malah jadi ngustad gini.. Yaa??
Karna sebentar lagi puasa.. jangan menebar emosi dibulan yang suci
Maksud saya menulis artikel ini bukan untuk provokasi atau membela belah pihak...
Melainkan hanya melihat sisi kebenaran dari pengamatan saya sendiri...
Yang mungkin bisa berbeda dari segi pengamatan orang lain... tergantung dari persepsi masing2..
Dan saya menulis artikel ini bukanya tanpa resiko dibeberapa kalangan teman...
Tapi gak ada salahnya meluruskan..
kata muridku sunardi tindakan ustad menjauhi orang abangan itu tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah yang justru mendekati masyarakat abangan sehingga mereka tertarik untuk mengikuti ajaran rasulullah...

soo Sebelum ramadhan sebaiknya kalian renungkan bagaimana anda dapat beribadah tapi tetap tidak merasa lebih baik dari orang lain.
Dengan begitu kalian akan paham kenapa setiap sholat kalian selalu mengucapkan ihdinasiratallmustaqim

No comments:

Post a Comment