Friday, 28 April 2017

Indonesia butuh uang atau pendidikan

Tak terasa padepokan ini sudah banyak juga pengikutnya...
Hampir setengah jumlah dari mahasiswa di PJKR D telah menjadi pemerhati..
tapi sebelumnya saya akan mengucapkan terimakasih kepada murid pertama saya anugraha gading yang selalu memberikan dukungan kepada saya...
Dan juga orang yang selalu  menjadi oposisi padepokan aryo bagiastomo yang selalu memberikan statement dan gagasan yang memunculkan sumber judul untuk sebuah artikel yang saya buat..
Itulah fungsi haters...
Siklusnya dari haters=> muncul keresahan => refleksi => lahir sebuah karya

Pertanyaan dari mas aryok... indonesia butuh uang atau pendidikan??
Pertanyaan pilihan seperti ini kalau dipilih justru akan menjadi suatu gagasan yang skeptis..
Karna semua ada baik dan buruknya..
Jika aku jawab uang sudah pasti sangkalanya adalah kecerdasan masyarakat..
Jika aku jawab pendidikan sudah pasti sangkalanya adalah kemiskinan masyarakat..
Tapi justru uniknya itu disini dimana kita bisa berargumen tanpa harus melihat kelemahan dari masing2 pilihan...

menurut opiniku indonesia itu punya kelebihan seperti barcelona.. dimana masyarakat tetap akan bisa hidup tanpa pemimpin..
Muridku anugeraha gading menyangkal "tapi pemimpin itu juga penting, yang akan mempengaruhi masyarakat juga"
"Iya memang pemimpin itu penting tapi misal ganti pemimpin pun masyarakat tetap akan bisa hidup"

Yappss kalau kata koesploes indonesia itu seperti
Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jala cukup menghidupmu
Tiada badai tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu
Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi
tanaman.
Itu justru malah jadi boomerang untuk kita..

Ibaratnya...
kita itu hidup diiklim tropis...
Hawanya  selalu nyaman... gak ada seleksi alam
Kayu ditancapkan ketanah saja sudah bisa jadi makanan...
Gak punya uang gak punya simpenan tetap bisa hidup, tetap bisa ngopi dan ngrokok tertawa dengan teman-teman seperti gak punya beban ...

Berbeda dengan negara2 iklim dingin seperti kanada..
Disana kalau musim semi gak punya uang atau gak bisa ngumpulin bekal.. pas musim dingin datang mungkin mati... nggktau mati kedinginan atau mungkin mati kelaparan..
Disana akan selalu terpacu untuk mikir...
Karna orang yang gak mau mikir disana akan jauh ketinggalan dengan temanya karna disana ada seleksi alam..

Disini siapa yang merasa ketinggalan dg teman2nya??
Kalian saja kalau dapat nilai jelek pasti ngelesnya "tenang masih ada temanku yang lebih jelek dari aku"
Kalian akan sangat bangga dan tertawa lepas melihat nilai temanmu yang lebih jelek..
Bukan melakukan refleksi tapi malah melihat kelemahan dan kesalahan oranglain...
Indonesia tidak ada seleksi alam, orang yang gak mau mikir dibiarkan hidup disini...

Jika dinalar...
Samsung, anak perusahaan dari korea dengan 200ribu karyawan tanpa Sumber daya alam bisa menghasilkan 700triliyun pertahun
Itu sama dengan pendapatan negara indonesia yang mempunyai sumberdaya alam dan jumlah penduduknya sebesar 250juta penduduk...
Jika kita cerdas dan tidak hanya menghafal pancasila sebagai text... didalamnya kan dijelaskan bahwa kekayaan alam, bumi, tanah dan seisinya dikuasai penuh oleh pemerintah demi kemakmuran seluruh rakyat indonesia, tapi dari FreePort kita hanya dapat 1% dimana logikanya?..

Jadi kita sampai pada kesimpulan..
maka dari itu butuh peningkatan kualitas SDM... sehingga diperlukan Pendidikan untuk mengubah sikap, integritas, maupun kecerdasan masyarakat agar menjadi lebih baik..
Itu tentunya dengan proses yang sangat panjang melihat sistem dari pendidikan saja masih banyak yang keliru...
Jika hal itu sudah dicapai saya rasa dengan Kualitas manusianya, indonesia dapat mengolah Sumber daya alam yang telah melimpah ini menjadi kekayaan yang dapat juga berupa UANG

Ada hal yang menarik dari pertanyaan mas aryok... bahwa terdapat dua perbedaan antara opsi PENDIDIKAN &UANG
Bahwa pendidikan itu adalah sebuah proses dan uang itu merupakan Hasil...
Tapi kadang Uang juga disalahgunakan menjadi alat pelicin untuk mendapatkan sesuatu...

Sebenarnya saya mau menghindari ide-ide yang memancing isu SARA meskipun itu fakta. Saya bukanlah orang yang suka nyari ribut dengan orang-orang fanatik, saya lebih suka membahas soal
kehidupan anak muda, tentang
cinta, pasukan 0rupiah dan sego endog, galau dan tentunya lawakan kelas PJKR D
Saya sebenernya juga males ngeblog soal politik, hanya karna gak tahan saja dengan tingkah sebagian pejabat-pejabat idiot yang suka bikin rakyatnya sengsara, contohnya saya dan karim yang setiap hari mengharapkan makanan dari pasukan 0rupiah atau gratisan.. dan jalannya segala jenis birokrasi yang selalu harus dilancarkan duit seakan-akan duit itu sifatnya seperti oli. Tapi saya coba menghindari ngomongin soal politik, karena saya pengin dikenal oleh para pembaca sebagai seorang mahasiswa cuek yang nganggep hidup itu nggak ada masalah yang harus dipusingin. Gak kudu selalu serius dengan masalah kuliah.. ya maklumi saja jika saya mengadakan kuliah sendiri saat jam kuliah maupun diluar jam kuliah
Saya hanya ingin berusaha nunjukin bahwa saya mahasiswa yang gagal mendapat predikat caumlaude,
tapi nggak pernah berhenti
bikin hal-hal baru yang belum
tentu bisa dilakuin maupun diterima oleh orang- oranglain seperti membuat padepokan dikelas PJKR D.
Ingat jorgon padepokan
"santai, mengasikan tapi tetap berkualitas"

Monday, 24 April 2017

Ceramah sebelum puasa "FANATISME"

Kemarin pas pembelajaran bela diri dosen X menanyakan seluruh mahasiswa dikelasku, siapa saja yang mendukung ahok ... serta suruh menyebutkan alasanya kenapa..
Banyak teman2ku yang angkat tangan dengan alasan paling banyak adalah karna "kinerjanya"..
Setelah menjawab suasana ruangan hening sesaat..
Saya fikir si dosen X akan memberikan argumen yang berkelas tentang pertanyaan ini.. tapi yang terucap justru

"perbanyak mengucap kalimat toyibah sebelum matahari muncul dari barat, karna sudah jelas disurat almaidah, bla bla bla"
Seketika kepercayaanku terhadap kecerdasan dosen X ini luntur...

Cerita diatas merupakan salahsatu contoh fanatisme..

Saya pun langsung berdiskusi tentang fanatisme dengan teman2ku
Yapss teman2ku sering menamainya padepokan... mendirikan perkuliahan sendiri diluar KRS.
Dosenya saya sendiri... pengikutnya sudah hampir 10k (kera)

FANATISME menurut wikipedia adalah sikap tidak toleran yang berlebihan terhadap pandangan yang berlawanan (Excessive intolerance of opposing views).
Tapi hal ini ditentang oleh murid saya yang bernama tatag..
Kata dia isme itu merupakan paham...kenapa dalam fanatik fanatisme justru didefinisikan sebagai sesuatu yang berlebihan..
Menurut saya wikipedia dan sumber lainya itu salah dalam mendefinisikan fanatisme sebagai sesuatu yang berlebih,
Fanatisme itu merupakan paham tentang fanatik.. yang bisa jadi berlebihan dalam penerapanya..

fanatisme yang berlebih itu tidak mempedulikan baik-buruknya, atau benar-salahnya dalam pembelaan. Mereka tidak toleran atau akan tetap mendukung argumentnya meskipun kenyataanya yang dibela itu kurang benar...

"Kalo begitu kamu juga dipihak ahox dong yell, berarti kamu membela nasrani.."

Aku gak dipihak siapa2 rek..

Ibarat sebuah kopi, aku adalah penikmat, bukan berarti harus jadi pemuja apalagi pencandunya. Aku juga punya pilihan meminum teh, kopi, cokelat, atau susu
Semuanya layak dinikmati tanpa harus fanatik atau menghujat pilihan yang berbeda.

Aku cuma menyesalkan si dosen X membahas politik tapi masih menyangkut pautkan dengan Agama, menurut saya itu gak relevan..

Jika agama itu adalah dasar dari semua aturan.. tapi kok masih kalah dengan aturan2 yang lainya..
Saya percaya nabi Muhammad S.A.W itu jenius kok... ndak mungkin Agama kalah dengan peraturan-peraturan yang lainya. Pasti yang salah itu adalah sipenafsirnya...

Fanatisme berlebihan akan mudah dipropokasi.
Hanya bermodal propaganda kita bisa dipecah belahkan
Dan terjadi dibanyak sekali kalangan yang memicu terjadinya konflik, semua hanya karna "PERBEDAAN"

Hal2 seperti ini terjadi karna mereka merasa dirinya paling benar.
Jika sudah begitu mereka menganggap sesuatu yang bertentangan itu salah semua..

Para fanatisme berlebih itu tidak profesional...
Mereka membawa-bawa masalah dalam segala aspek kehidupan...
Misal urusan politik dicampur2kan dengan Agama...
Urusan politik dibawa-bawa dalam kehidupan sehari-hari..
Mereka itu gak ngerti wayah kapan membicarakan politik, kapan membicarakan Agama, dll
Mereka gak bisa menempatkan pembicaraan sesuai topik yang sedang dibahas..

Pernah waktu itu aku menghadiri acara pengajian menjelang ramadhan tapi yang dibahas justru malah politik.. mereka menyesalkan beberapa pihak yang mendukung kubu calon lurah yang non muslim...
Beberapa ustad memojokan orang yang memilih calon lurah non muslim..
Cara memojokanya pun diluar batas wajar
Awalnya mereka menjelaskan bahwa "disurat almaidah sudah dijelaskan bahwa islam tidak boleh dipimpin oleh orang yang non muslim... bla bla...."

Sampai ke tindakan yang propokativ, satu kata yang sempat saya dengar dan masih saya ingat waktu itu adalah "kalau misal orang yang memilih non muslim itu orang abangan gakpapa kita maklumii, lha inii orang yang ada disini dan masih aktiv ke masjid, kalau begini caranya daripada menodai yang lain mending gak usah pergi ke masjid lagi aja percuma"
Kurang lebih seperti ituu.. jadii..
Sudah seperti Tuhan saja melarang2 orang pergi kemasjid.
Tuhan saja tidak pernah melarang akan hal itu...
Yang berhak menilai itu Tuhan bukan manusia

Orang seperti itu sudah merasa kalau dirinya paling benar..
Padahal dalam sholat itu ada bacaan al-fatehah dan didalamnya ada ayat yang berbunyi ihdinasiratalmustakim, yang berarti tunjukanlah saya kejalan yang lurus.. yang pada hakikatnya manusia itu selalu bengkok sehingga selalu mengucapkan ihdinasiratalmustakim agar dikembalikan ke jalan yang lurus lagi..
Orang2 yang merasa paling benar itu seharusnya saat membaca alfatehah ikhdinasiratalmustakim nya dihilangkan saja...

Kemudian ada argument lain yang memanaskan suasana lagi
Kurang lebih seperti ini " silahkan kalian rasakan nanti kalau dipimpin non muslim bantuan bantuan berupa sembako dll akan sulit didapat"
Perkataan ini seperti menghakimi dan seolah-olah menghina Tuhan karna khawatir kalau besok tidak bisa dapat rejeki, seolah-olah Tuhan tidak bisa memberikan pertolongan...

Fanatisme yang berlebih itu hanya mencari menangnya saja tidak peduli dengan pelajaran apa yang akan didapat dan resiko apa yang akan terjadi disekitar.
Mereka akan gegabah dalam menyimpulkan..

Namun semua itu tidak berlaku bagi fanatisme yang mengerti tentang bagaimana menghargai setiap perbedaan, misal saat kita jadi petani maka all out lah menjadi petani, saat jadi polisi maka all outlah jadi polisi, saat jadi ustad  maka all out lah jadi ustad,
Misal kalian jadi fans emyu  maka all outlah menjadi pendukung emyu, dengan begitu kalian paham seluk beluknya tanpa harus membenci perbedaan  yang ada.
Karna tanpa perbedaan, sejarah mungkin tidak akan tecipta

Kok malah jadi ngustad gini.. Yaa??
Karna sebentar lagi puasa.. jangan menebar emosi dibulan yang suci
Maksud saya menulis artikel ini bukan untuk provokasi atau membela belah pihak...
Melainkan hanya melihat sisi kebenaran dari pengamatan saya sendiri...
Yang mungkin bisa berbeda dari segi pengamatan orang lain... tergantung dari persepsi masing2..
Dan saya menulis artikel ini bukanya tanpa resiko dibeberapa kalangan teman...
Tapi gak ada salahnya meluruskan..
kata muridku sunardi tindakan ustad menjauhi orang abangan itu tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah yang justru mendekati masyarakat abangan sehingga mereka tertarik untuk mengikuti ajaran rasulullah...

soo Sebelum ramadhan sebaiknya kalian renungkan bagaimana anda dapat beribadah tapi tetap tidak merasa lebih baik dari orang lain.
Dengan begitu kalian akan paham kenapa setiap sholat kalian selalu mengucapkan ihdinasiratallmustaqim

Friday, 21 April 2017

dedikasi bapak (Sosrokartono)

Tadi pagi banyak teman-teman yg mengupload foto dg kostum bertemakan adat jawa...
Mereka mendedikasikan untuk hari kartini.
Ucapan selamat dan juga wanita hebat pun memenuhi beranda bbm..
Selama ini kita hanya mengenal R.A. Kartini sebagai pemikir ulung yang membuka gerbang kesetaraan wanita di dunia kaum lelaki. Rupanya pahlawan yang ‘harum namanya’ ini memiliki seorang kakak yang jenius, seorang wartawan yang poliglot dan berkarir cemerlang di tanah Eropa.Mungkin, tanpa peran sang kakak,  boleh jadi nama R.A. Kartini tidak akan pernah ‘harum’ dan menjadi pahlawan emansipasi wanita di Indonesia.

Ditulisan ini saya mencoba memperkenalkan sosok yang terlupakan namanya "sosro kartono". Beliau adalah kakak dari Kartini yang menguasai 17 bahasa dan bisa menyembuhkan penyakit hanya dengan bacaan ayat-ayat quran. Sosrokartono mempunyai daya pesoonalijke magneetisme yang besar sekali yang tak disadari olehnya.

Beliau sudah berpulang dan sampai sekarang masih jarang sekali orang yang tahu tentang sosok Sosrokartono yang juga berpengaruh terhadap emansipasi perempuan di indonesia

Bukan hanya karna kejeniusanya Ternyata Sosro lah yang menulis lalu mengirimi buku dan buletin kepada adiknya Kartini. Buku kiriman Sosro ini lah yang kelak menjadi pencerahan bagi Kartini untuk mendobrak tradisi dan melahirkan emansipasi wanita di nusantara.

Berikut merupakan kata-kata sosro kartono yang tertulis pada batu nisan nya

1. Sugih tanpa banda, digdaya tanpa aji. (Kaya tanpa Harta /Kaya Hati ; Sakti tanpa Ilmu)
2. Trimah mawi pasrah (rela menyerah terhadap keadaan yang telah terjadi)
3. Suwung pamrih tebih ajrih (jika tak berniat jahat, tidak perlu takut)
4. Langgeng tan ana susah tan ana
bungah (tetap tenang, tidak kenal
duka maupun suka)
5. Anteng manteng sugeng jeneng
(diam sungguh-sungguh, maka akan selamat).

Tulisan diatas mengingatkan saya kepada sosok seorang "Bapak"

Jadi selain mengucapkan selamat hari kartini saya juga ingin mengucapkan selamat hari kartono.

Sebuah lagu ibu kartini yang sewaktu TK dulu liriknya suka saya ganti menjadi "bapak kita kartono, putro sejati" itu ternyata ada beneran...

 Catatan ini aku dedikasikan kepada bapak yang telah mendidik saya sampai saat ini

Bapak yang memberikan kebebasan kepada saya dan tidak pernah memaksa saya untuk belajar, sholat, ataupun memaksa untuk melakukan kegiatan yang lainya. ia hanya memberi wejangan dengan bahasa yang seadanya yang mudah dipahami oleh anak tentang pentingnya melakukan hal-hal itu.

Karna mungkin bapak tahu kesadaran dan ketaatan itu harus dilakukan dengan hati nurani. Kesadaran dan ketaatan bukanlah hal yang harus dituntut. Karna nanti bukan kesadaran dan ketaatan yang didapat melainkan hanya keterpaksaan sesaat.

Saat aku sudah dipercayai olehnya, bapak pun melonggarkan peraturannya. Maka kadang aku melanggar kepercayaannya. Bapaklah yang setia menunggu aku diruang tamu sampai jam 12 dengan rasa sangat risau, bahkan sampai menyuruh ibu untuk mengontak beberapa temanku  untuk menanyakan keadaanku, ''dimana, dan sedang apa aku diluar sana.''

Disaat aku diterima kuliah disalahsatu universitas.. bapaklah yang selalu mengabari sanak keluarga dengan rasa bangga " anaku sekarang kuliah ". Bukan karna kesombongan melainkan  sebuah kebanggaan karna bisa memperbaiki jenjang pendidikan anaknya karna bapak dulunya hanya lulusan SD..

Disaat aku merengek memerlukan ini – itu, untuk keperluan kuliahku, bapak hanya mengerutkan dahi, tanpa menolak, beliau memenuhinya, dan cuma berpikir, kemana aku harus mencari uang tambahan, padahal penghasilanku pas-pasan dan sudah tidak ada lagi tempat untuk meminjam.

Saat nanti aku berjaya. Mungkin bapaklah orang pertama yang berdiri dan bertepuk tangan untukku.

Walau kadang aku cuma bisa membelikan baju koko itu pun cuma setahun sekali saat lebaran bapak akan tersenyum dengan bangga.

Dalam sujudnya bapak juga tidak kalah dengan doanya ibu, cuma bedanya dia simpan doa itu dalam hatinya.

Seperti sosok Sosrokartono tadi walaupun jasanya tidak terlihat tapi ia juga berpengaruh terhadap emansipasi perempuan di indonesia.

Sekali lagi selamat hari Kartini tanpa harus melupakan sosok sosro Kartono

Thursday, 20 April 2017

Cinta melumpuhkan logika

Selamat malam gabuters daripada gak jelas mending baca tulisan inii.. walaupun setelahnya membuat kamu semakin gak jelas tapi setidaknya tulisan ini dapat menghibur kalian..
Yaapsss hari ini saya gabuts.. menanti yang gak jelass...
Daripada gak ngapa2in mending saya nulis aja...  tema kali ini berat karna tentang jatuh cinta..
Dari judulnya aja sudah membuat kalian eneg untuk membaca

Silahkan kalian pilih mau baca dg rasa atau logika..
Jika logika mungkin kalian akan bilang "halah alay!!" Ramutu...
Stop... stop... coba kamu ingat saat terakhir pacaran apa yang kamu rasakan saat patah hati??
Nyetel lagu-lagu galau sambil nangis sesenggukan dipojok kamar??
Jangan munafik teman...
I know it

Berbicara cinta mungkin akan sulit dipahami oleh orang2 yg sedang tidak merasakanya.

Jatuh cinta itu bisa mengubah kita tanpa kita sadari
Saat kita suka dengan seseorang kita cenderung akan  merubah diri kita menjadi tipe yang ia inginkan
Bahkan kita bisa dengan senang hati melakukan hal-hal yang dulunya kita benci.

Cinta bisa pelan2 mengubah kita menjadi pribadi yang berbeda.

Jatuh cinta itu tak peduli dengan dunia. Orang yang sedang jatuh cinta tak akan peduli dengan kata orang. Orang mau bilang pasangan itu alay, orang mau bilang pasangan itu norak, orang mau bilang pasangan itu haram, mereka tak akan peduli. Karena mereka hanya peduli dengan satu hal: bahagia. Iya, selama mereka bahagia berdua, mereka tak akan terpengaruh dengan ucapan dunia. Itulah kenapa, kadang orang yang sedang jatuh cinta cenderung menjauhi/dijauhi teman-temannya. Karena mereka mendadak jadi keras kepala kepada teman-temannya, namun lunak hati kepada pasangannya.

Orang yang sedang jatuh cinta itu setiap hari isi otaknya hanya si dia..
3jam gak dapat kabar saja moodnya berubah. Karena menurut orang yang sedang jatuh cinta, nggak ada orang lain di dunia yang bisa menghilangkan kesepian di hatinya, kecuali orang yang dia cinta.
Dia akan dengan bangga mengumumkan kepada teman2nya, siapa orang yang dia cinta, walaupun belum tentu orang itu jatuh cinta juga kepadanya.

Jatuh cinta itu menghapus kecerdasan.
Misal dia mau beli atau membutuhkan sesuatu, diperjalanan mereka memilih rute yang panjang agar melewati dekat rumah nya dengan berharap tak sengaja ia bisa bertemu dg dia.. padahal di tempat yang lebih dekat barang yang dibutuhkan itu ada..

Akan banyak hal bodoh yang dia
lakukan tanpa kesengajaan.
Dia yang dulunya preman jadi gak kajen karna dengan perempuan, hati milik pemberontak itu akan menjadi mawar layu.
Hal itu karna tekanan diri.. agar selalu terlihat baik dimata dia....
Misal hati ingin bilang jancuk tapi  karna takut dinilai buruk oleh dia, kita menahan mengucapkan kata itu..

Teman saya itu orangnya pintar saat sekolah dulu selalu dapat rangking... tapi saat dia punya pacar saya melihat status / pm yang ia buat.. tulisanya itu tidak menunjukan kalau dia anak pintar... malah seperti anak kecil yang lagi ngeja nyusun kalimat.

Temanku basuki dulu juga gitu tapi sekarang sudah nggak kayaknya..
Saat ia sedang patah hati... segala pembelaan terhadap diri sendiri dilakukan, setiap 2 menit ia selalu membuat status facebook.. isinya antara lain membuat kata2 mutiara sindiran... kalau gak ya mengumumkan kalau dirinya lagi bahagia padahal enggak.. semua yang dilakukan itu hanya untuk menutupi sakit hatinya..
Hingga kelakuan bodoh pun ia lakukan tanpa disadari..

Tapi itulah cinta.. Kalo belum bisa membuat kita kehilangan isi otak, artinya kita belum jatuh cinta dengan telak.

Orang yang sedang jatuh cinta itu bisa melakukan pengorbanan yang tak wajar...
Mereka rela menunda pulang kampung saat kuliahnya hanya agar bisa bertemu bareng denganya... walaupun kenyataanya ia gak bisa bertemu...

Tapi, kalo ada temen kamu yang mengalami ciri-ciri di atas, tolong dimaklumi, jangan dijauhi. Orang jatuh cinta itu nggak menular, mereka butuh bimbingan, agar tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.