Tak terasa padepokan ini sudah banyak juga pengikutnya...
Hampir setengah jumlah dari mahasiswa di PJKR D telah menjadi pemerhati..
tapi sebelumnya saya akan mengucapkan terimakasih kepada murid pertama saya anugraha gading yang selalu memberikan dukungan kepada saya...
Dan juga orang yang selalu menjadi oposisi padepokan aryo bagiastomo yang selalu memberikan statement dan gagasan yang memunculkan sumber judul untuk sebuah artikel yang saya buat..
Itulah fungsi haters...
Siklusnya dari haters=> muncul keresahan => refleksi => lahir sebuah karya
Pertanyaan dari mas aryok... indonesia butuh uang atau pendidikan??
Pertanyaan pilihan seperti ini kalau dipilih justru akan menjadi suatu gagasan yang skeptis..
Karna semua ada baik dan buruknya..
Jika aku jawab uang sudah pasti sangkalanya adalah kecerdasan masyarakat..
Jika aku jawab pendidikan sudah pasti sangkalanya adalah kemiskinan masyarakat..
Tapi justru uniknya itu disini dimana kita bisa berargumen tanpa harus melihat kelemahan dari masing2 pilihan...
menurut opiniku indonesia itu punya kelebihan seperti barcelona.. dimana masyarakat tetap akan bisa hidup tanpa pemimpin..
Muridku anugeraha gading menyangkal "tapi pemimpin itu juga penting, yang akan mempengaruhi masyarakat juga"
"Iya memang pemimpin itu penting tapi misal ganti pemimpin pun masyarakat tetap akan bisa hidup"
Yappss kalau kata koesploes indonesia itu seperti
Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jala cukup menghidupmu
Tiada badai tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu
Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi
tanaman.
Itu justru malah jadi boomerang untuk kita..
Ibaratnya...
kita itu hidup diiklim tropis...
Hawanya selalu nyaman... gak ada seleksi alam
Kayu ditancapkan ketanah saja sudah bisa jadi makanan...
Gak punya uang gak punya simpenan tetap bisa hidup, tetap bisa ngopi dan ngrokok tertawa dengan teman-teman seperti gak punya beban ...
Berbeda dengan negara2 iklim dingin seperti kanada..
Disana kalau musim semi gak punya uang atau gak bisa ngumpulin bekal.. pas musim dingin datang mungkin mati... nggktau mati kedinginan atau mungkin mati kelaparan..
Disana akan selalu terpacu untuk mikir...
Karna orang yang gak mau mikir disana akan jauh ketinggalan dengan temanya karna disana ada seleksi alam..
Disini siapa yang merasa ketinggalan dg teman2nya??
Kalian saja kalau dapat nilai jelek pasti ngelesnya "tenang masih ada temanku yang lebih jelek dari aku"
Kalian akan sangat bangga dan tertawa lepas melihat nilai temanmu yang lebih jelek..
Bukan melakukan refleksi tapi malah melihat kelemahan dan kesalahan oranglain...
Indonesia tidak ada seleksi alam, orang yang gak mau mikir dibiarkan hidup disini...
Jika dinalar...
Samsung, anak perusahaan dari korea dengan 200ribu karyawan tanpa Sumber daya alam bisa menghasilkan 700triliyun pertahun
Itu sama dengan pendapatan negara indonesia yang mempunyai sumberdaya alam dan jumlah penduduknya sebesar 250juta penduduk...
Jika kita cerdas dan tidak hanya menghafal pancasila sebagai text... didalamnya kan dijelaskan bahwa kekayaan alam, bumi, tanah dan seisinya dikuasai penuh oleh pemerintah demi kemakmuran seluruh rakyat indonesia, tapi dari FreePort kita hanya dapat 1% dimana logikanya?..
Jadi kita sampai pada kesimpulan..
maka dari itu butuh peningkatan kualitas SDM... sehingga diperlukan Pendidikan untuk mengubah sikap, integritas, maupun kecerdasan masyarakat agar menjadi lebih baik..
Itu tentunya dengan proses yang sangat panjang melihat sistem dari pendidikan saja masih banyak yang keliru...
Jika hal itu sudah dicapai saya rasa dengan Kualitas manusianya, indonesia dapat mengolah Sumber daya alam yang telah melimpah ini menjadi kekayaan yang dapat juga berupa UANG
Ada hal yang menarik dari pertanyaan mas aryok... bahwa terdapat dua perbedaan antara opsi PENDIDIKAN &UANG
Bahwa pendidikan itu adalah sebuah proses dan uang itu merupakan Hasil...
Tapi kadang Uang juga disalahgunakan menjadi alat pelicin untuk mendapatkan sesuatu...
Sebenarnya saya mau menghindari ide-ide yang memancing isu SARA meskipun itu fakta. Saya bukanlah orang yang suka nyari ribut dengan orang-orang fanatik, saya lebih suka membahas soal
kehidupan anak muda, tentang
cinta, pasukan 0rupiah dan sego endog, galau dan tentunya lawakan kelas PJKR D
Saya sebenernya juga males ngeblog soal politik, hanya karna gak tahan saja dengan tingkah sebagian pejabat-pejabat idiot yang suka bikin rakyatnya sengsara, contohnya saya dan karim yang setiap hari mengharapkan makanan dari pasukan 0rupiah atau gratisan.. dan jalannya segala jenis birokrasi yang selalu harus dilancarkan duit seakan-akan duit itu sifatnya seperti oli. Tapi saya coba menghindari ngomongin soal politik, karena saya pengin dikenal oleh para pembaca sebagai seorang mahasiswa cuek yang nganggep hidup itu nggak ada masalah yang harus dipusingin. Gak kudu selalu serius dengan masalah kuliah.. ya maklumi saja jika saya mengadakan kuliah sendiri saat jam kuliah maupun diluar jam kuliah
Saya hanya ingin berusaha nunjukin bahwa saya mahasiswa yang gagal mendapat predikat caumlaude,
tapi nggak pernah berhenti
bikin hal-hal baru yang belum
tentu bisa dilakuin maupun diterima oleh orang- oranglain seperti membuat padepokan dikelas PJKR D.
Ingat jorgon padepokan
"santai, mengasikan tapi tetap berkualitas"
