Tuesday, 27 May 2025

carl sagan

 

Pada bulan Februari 1990, ketika wahana antariksa Voyager 1 meninggalkan tata surya, NASA memerintahkannya untuk memutar kameranya dan mengambil satu foto terakhir Bumi melintasi hamparan ruang angkasa yang luas atas permintaan astronom dan penulis Carl Sagan.

Titik biru pucat adalah foto planet Bumi yang diambil dari jarak rekor sekitar 6 miliar kilometer.
 
Dalam foto tersebut, ukuran Bumi tampak kurang dari satu piksel.
Planet tersebut tampak sebagai titik kecil di antara hamparan ruang di antara pita-pita cahaya matahari yang dipantulkan oleh kamera
 
Frasa "titik biru pucat" dicetuskan oleh Carl Sagan dalam refleksinya tentang signifikansi foto tersebut

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Carl Sagan adalah seorang astronome Amerika Serikat dan dikenal sebagai seorang yang  gigih mempopulerkan Sains, ia mempelopori disiplin ilmu ‘Eksobiologi’.

Mengutip dari tulisan bukunya ‘Carl Sagan’ yang berjudul “Pale Blue Dot” ia mengatakan bahwa planet ini dibuat  tidak hanya untuk satu bangsa, golongan, atau Ras-ras tertentu. Bagi beliau kita ini tidak penting-penting amat bagi panggung alam semesta ini.

Dan kalau kita melihat sebuah Potret  yang diambil dari sebuah pesawat antariksa Voyager 1 bumi terlihat sebagai setitik debu yang hamper hilang diantara sinar matahari yang tersebar.

Diitik itu yang katanya terjadi sesuatu yang kita anggap penting di bumi, setiap orang yang pernah lahir disana, setiap pembangun dan penghancur peradaban,  setiap pasangan muda yang jatuh cinta, setiap Ibu dan ayah, anak yang penuh harapan, dalam sejarah spesies kita tinggal disana. Diatas setitik debu melayang disinari cahaya matahari. Bumi adalah panggung yang kecil dalam arena semesta yang sangat luas.

Tidak ada kita bahkan tidak ada Manusia pun bumi ini tetap akan fine-fine saja, tetap berotasi sesuai jalur edarnya, bahkan di planet Mars yang Usianya 4603 milyar tahun dan tidak ada kehidupan sama sekali pun juga tidak apa-apa, Mars tetep berotasi seperti biasa.

Carl Sagan menekankan bumi kita pun tidak menempati tempat yang istimewa dalam galaxy bimasakti,jadi tatasurya kita pun  juga tidak terlalu istimewa, jadi dia hanya salahsatu dari lengan spiralnya saja. Kemudian galaxy bimasakti hanyalah satu diantara galaksi-galaksi lain yang ada dialam semesta ini.

Manusia lah yang membuat makna bahwa ia penting bagi seluruh kehidupan ini, lebih-lebih manusia pun baru datang belakangan pada lingkup kalender kosmis.

Jadi bukan upaya untuk mengkerdilkan manusia, tapi sebenarnya Reminder untuk kita selalu humble atau rendah hat, serta berpikir ulang segala macam konflik antar  manusia dalam peradaban kita ini hanya terjadi pada sebuah titik kecil pucat yang berwarna biru “pale blue dot”

Carl Sagan adalah salahsatu  ilmuwan yang mampu membawa sains menjadi sesuatu yang popular yang mampu mengkomunikasikan sesuatu yang ruwet yang sangat ilmiah menjadi sesuatu yang mudah untuk disimak oleh orang-orang awam termasuk saya.

Carl Sagan  ternyata merangkai kalimat-kalimat advocative talk puitis tersebut itu dengan berbicara voice recorder dan kemudian dibuat transkripnya oleh sang sekertaris yang bisa kalian baca di video slide terakhir

No comments:

Post a Comment