Pada bulan Februari 1990, ketika wahana
antariksa Voyager 1 meninggalkan tata surya, NASA memerintahkannya untuk
memutar kameranya dan mengambil satu foto terakhir Bumi melintasi hamparan
ruang angkasa yang luas atas permintaan astronom dan penulis Carl Sagan.
Titik biru pucat adalah foto planet Bumi yang diambil dari jarak rekor sekitar 6 miliar kilometer.
Dalam foto tersebut, ukuran Bumi tampak kurang dari satu piksel.
Planet tersebut tampak sebagai titik kecil di antara hamparan ruang di antara pita-pita cahaya matahari yang dipantulkan oleh kamera
Frasa "titik biru pucat" dicetuskan oleh Carl Sagan dalam refleksinya tentang signifikansi foto tersebut
Carl Sagan adalah seorang astronome Amerika Serikat dan
dikenal sebagai seorang yang gigih
mempopulerkan Sains, ia mempelopori disiplin ilmu ‘Eksobiologi’.
Mengutip dari tulisan bukunya ‘Carl Sagan’ yang berjudul “Pale
Blue Dot” ia mengatakan bahwa planet ini dibuat
tidak hanya untuk satu bangsa, golongan, atau Ras-ras tertentu. Bagi beliau
kita ini tidak penting-penting amat bagi panggung alam semesta ini.
Dan kalau kita melihat sebuah Potret yang diambil dari sebuah pesawat antariksa
Voyager 1 bumi terlihat sebagai setitik debu yang hamper hilang diantara sinar
matahari yang tersebar.
Diitik itu yang katanya terjadi sesuatu yang kita anggap
penting di bumi, setiap orang yang pernah lahir disana, setiap pembangun dan
penghancur peradaban, setiap pasangan
muda yang jatuh cinta, setiap Ibu dan ayah, anak yang penuh harapan, dalam
sejarah spesies kita tinggal disana. Diatas setitik debu melayang disinari
cahaya matahari. Bumi adalah panggung yang kecil dalam arena semesta yang
sangat luas.
Tidak ada kita bahkan tidak ada Manusia pun bumi ini tetap
akan fine-fine saja, tetap berotasi sesuai jalur edarnya, bahkan di planet Mars
yang Usianya 4603 milyar tahun dan tidak ada kehidupan sama sekali pun juga
tidak apa-apa, Mars tetep berotasi seperti biasa.
Carl Sagan menekankan bumi kita pun tidak menempati tempat
yang istimewa dalam galaxy bimasakti,jadi tatasurya kita pun juga tidak terlalu istimewa, jadi dia hanya
salahsatu dari lengan spiralnya saja. Kemudian galaxy bimasakti hanyalah satu
diantara galaksi-galaksi lain yang ada dialam semesta ini.
Manusia lah yang membuat makna bahwa ia penting bagi seluruh
kehidupan ini, lebih-lebih manusia pun baru datang belakangan pada lingkup
kalender kosmis.
Jadi bukan upaya untuk mengkerdilkan manusia, tapi
sebenarnya Reminder untuk kita selalu humble atau rendah hat, serta berpikir
ulang segala macam konflik antar manusia
dalam peradaban kita ini hanya terjadi pada sebuah titik kecil pucat yang
berwarna biru “pale blue dot”
Carl Sagan adalah salahsatu
ilmuwan yang mampu membawa sains menjadi sesuatu yang popular yang mampu
mengkomunikasikan sesuatu yang ruwet yang sangat ilmiah menjadi sesuatu yang
mudah untuk disimak oleh orang-orang awam termasuk saya.
Carl Sagan ternyata
merangkai kalimat-kalimat advocative talk puitis tersebut itu dengan berbicara
voice recorder dan kemudian dibuat transkripnya oleh sang sekertaris yang bisa
kalian baca di video slide terakhir