Akhir2 ini saya sering mendengar lagunya pendozha yang berjudul "cah kerjo" dari beberapa spiker aktiv yang saya dengar di rumah2 tetangga saya.
Yang saya tangkep dari Bait liriknya ialah mewakili laki-laki yang sedang sibuk kerja mempersiapkan masadepan tapi ceweknya selalu marah karna tidak mendapat kabar dari cowoknya sebentar saja...
Berhubung dengan hal itu kali ini saya akan bercerita... tapi Cerita ini hanya fiktif mohon jangan diambil hati
Baru baru ini Saya ingin mempersiapkan untuk nembak cewek yang udah cukup lama saya deketin. Tapi aku takut Respon cewek itu bakal kaget waktu saya tembak. Soalnya selama saya deket sama dia, saya nggak pernah ngegombal ataupun ngomongin soal cinta. Yang saya lakuin justru nyoba nunjukin perasaan saya dengan perbuatan nyata, misal membicarakan tentang manfaat mempelajari sesuatu karna mungkin bermanfaat untuknya walaupun bukan dengan kata cinta. Namun tampaknya dia tidak cukup peka.
Endingnya mungkin waktu saya tembak dia jawab,
"Sorry.. saya nggak bisa nerima kamu jadi pacar aku. Saya emang nyaman sama kamu, saya suka kalo kamu bawain terang bulan, dan saya suka kalo kamu isiin pulsa,. Tapi, selama ini saya cuma nganggep kamu sebagai kakak saya sendiri."
Pengalaman di atas bukan pengalaman satu-satunya saya ditolak cewek.
Eh maksut saya bukan pengalaman tapi cerita.
Dan rata-rata pada beralasan saya tidak romantis, atau saya membosankan. Mungkin itu salah saya juga, saya udah nggak seaktif zaman saya masih SMA dulu. Yang pernah rela ngutang teman hanya untuk membeli baju couple ala pasarmalem... itu cerita paling romantisku
Basuki tidak mungkin melupakanya.. dan sekarang saya jarang sekali melakukan hal romantis setelah kemarin saya membeli 2 tiket untuk mengajak perempuan datang diacara sujiwo tejo dan kemudian perempuan itu menolak hadirr..
Disaat itu juga saya berhenti nonton film romance karna kelihatan munafiknya...
Berhenti nge gombal karna kelihatan bullshitnya..
Karna kenyataanya bukan romance yang saya dapatkan... melainkan nasib ngenes karna hari terakhir sebelum pulkam uangku habis untu membeli tiket tadi, dan untuk bertahan hidup aku harus makan nasi lauknya mie instan kremes...
-_-
Dan yang intinya, sekarang "The more i get old, the more i hate bullshit".
Kadang pada salah paham, mereka ngira kehidupan saya itu membosankan atau nggak asik. Saya lurusin dulu..
Kehidupan saya itu masih asik kok, tapi sekarang sudah nggak mau lagi asik dengan cara yang penuh basa-basi.
sudah nggak suka saling muji, saat nggak ada yang layak dipuji. nggak mau ngasih harapan palsu bakal dateng ke acara tertentu di saat mereka memang nggak bisa dateng ke acara itu. Saya nggak akan buang-buang waktu untuk melakukan hal yang tidak suka.
Kejujuran semacam itu kah yang kadang kalian anggap sebagai "ketidak-asikan"?
Nggak apa-apa dibilang nggak asik, setidaknya sudah bisa membedakan mana yang diinginkan dan mana yang dibutuhkan.
Setidaknya dengan begitu menjadi tau mana yang perlu dilanjutkan, dan mana yang perlu ditolak mentah-mentah dari awal.
Loh? Apa asiknya bisa membedakan mana yang diinginkan dan mana yang dibutuhkan?
Saya bakal jelasin di bawah.
Yap, pengalaman-pengalaman ditolak itu bikin saya mikir bahwa ada banyak miskonsepsi tentang cara pemilihan pasangan yang dilakukan orang-orang.
Sesuai pengalaman saya, sebagian perempuan lebih mudah hanyut kepada laki-laki yang doyan muji mereka dibandingkan memberikan perhatian yang lebih nyata. Sebagian perempuan lebih mudah tertipu oleh kata-kata dibanding memperhatikan perbuatan orang yang berkorban untuknya. Sebagian perempuan lebih memilih laki-laki yang memberikan bunga mawar cantik kepadanya, dibandingkan pria yang memberikan jaket di saat suhu dingin melanda.
Sebagian perempuan suka dengan laki-laki karna kagum bukan karna rasa nyaman..
Faktanya, memang sebagian perempuan lebih mudah jatuh cinta kepada laki-laki yang bilang, "Cuma kamu perempuan di Bumi ini yang aku cinta. Bagiku, kamulah pusat dunia. Tanpa kamu, aku merasa bagai biji tanpa batang, nggak guna".
Dibandingkan cowok yang bilang, "Aku punya banyak prioritas dalam hidup, salah satunya adalah kamu, tapi kamu bukan yang pertama. Yang lebih utama adalah karier dan keluarga". Saya yakin sebagian cewek bakal komentar, "Dasar cowok nggak romantis!" saat dikasih pengertian semacam itu.
Tapi sebagian perempuan memang tidak nyadar bahwa gombalan atau pujian itu hal yang terlalu murah untuk didapatkan. Seorang laki-laki brengsek pun bisa ngegombalin 4, 5, atau 6 cewek berbeda dengan gombalan yang sama atau bahkan di kurun waktu yang sama.
Sedangkan perbuatan nyata meski tanpa kata cinta, adalah hal mewah yang bisa didapatkan wanita.
Nah, orang yang mencintai dengan cara MELAKUKAN SESUATU itu nggak gampang.
Hal itu menghabiskan waktu dan energi lebih banyak dibandingkan cuma menggombal.
Makanya, tukang gombal lebih gampang dapat cewek-cewek polos pecinta gombalan karena hal itu nggak melelahkan. Sedangkan cowok yang lebih suka memberi perhatian nyata, nggak bakal kuat membahagiakan lebih dari satu wanita di kurun waktu yang sama. Karena lagi-lagi, itu adalah aktivitas yang melelahkan.
Itulah kenapa rendi kalah sama jondot sublim a.k.a.. dalam bab perempuan pisss...
Rumusnya, banyak muji = banyak bohongnya. Banyak janji = banyak ingkarnya.
Jadi?? Masih doyan gombalan kah?
Sebagian perempuan memang suka dipuja.. Suka banget dikasih kejutan. Ya, sebagian perempuan sangat menginginkan kisah cinta yang mereka alami itu bakal seindah cerita di film romance atau drama korea favorit mereka.
Padahal hidup itu nggak bisa selalu romantis, bahkan lebih banyak realistis. Iya, aspek hidup yang bakal dihadapi berdua itu tidak cuma melulu soal cinta. Hidup perlu uang, perlu makan, perlu tempat tinggal, dan itu semua nggak bisa ditebus hanya dengan cinta.
Laki-laki yang bertanggungjawab cenderung membagi-bagi fokus hidupnya kepada hal banyak, untuk mengimbangkan semua aspek hidupnya. Itulah kenapa, mereka cenderung sibuk dan cuek sama pasangan di saat mereka sedang mengusahakan kehidupan yang lebih baik, mereka mungkin bakal romantis di saat tertentu. Jadi jangan harapkan pria bisa romantis setiap hari
Karna mereka juga butuh futsal untuk meningkatkan kemampuanya..
Butuh kerja untuk menggeluti hobinya..
Dan butuh waktu luang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya bukan hanya terus chat2an sama pasang foto / video menawan di IG atau sosmed yang lainya hanya agar dapat pujian dari pujaan hati.
Sebenernya nggak cuma laki-laki, sebagian cewek juga begitu. Malah, sebagian manusia pengin punya pasangan yang bagus/cantik, atau rupawan. Tapi apakah memang itu yang dibutuhkan?
Kadang dalam memilih pasangan kita lupa membedakan mana keinginan dan mana kebutuhan , sampai akhirnya mendahulukan keinginan dibanding kebutuhan, yang berujung pada kegagalan hubungan.
Contohnya gini, keinginannya punya pasangan yang bagus/baik, tapi kebutuhannya punya pasangan yang perhatian. Sayangnya, pasangan yang perhatian ini nggak memiliki tampang yang bagoss. Dan anehnya, sebagai manusia kita kadang malah memilih orang yang tampangnya bagoss dibanding orang yang bertampang biasa aja namun bisa ngasih perhatian.
Nah, di titik ini artinya kita sudah mendahulukan keinginan dibandingkan kebutuhan. Akhirnya pun bisa ditebak, hubungan itu tidak bakal bertahan lama karena apa yang kita butuhkan nggak ada di dalam orang yang udah dipilih berdasarkan keinginan itu. Ya, tanpa perhatian, kita nggak bisa nyaman meskipun pasangannya rupawan.
So, dari point ini, saya mau menyarankan, ini bukan masalah cinta tapi semua aspek hidup
"Jangan cari sesuatu berdasarkan apa yang kamu MAU, tapi yang kamu BUTUH. Kamu bisa bosen sama yang kamu MAU, tapi kamu nggak bisa lepas dari KEBUTUHAN".
Itulah kenapa orang tua selalu menyarankan "kerja dulu yang benar baru jodoh menyusul" maksudnya bukan orangtua itu menggampangkan urusan jodoh ataupun memaksakan hatimu untuk berjodoh dengan sembarang orang tapi kamu harus mendahulukan kebutuhan terpenuhi dulu sebelum keinginan.