Friday, 2 June 2017

Salah Mendefinisikan Sukses dan prestasi

waktu ujian nasional dapat peringkat enam saja mengeluhnya setengah mati, kenapa gak bisa juara 1 padahal sudah belajar setiap hari doa juga tiada henti, sholat witir setiap malam, puasa senin-kamis selalu dijalankan, sama ortu selalu cium tangan sebelum ujian, ikut Tes ESQ menangis sepanjang malam, pas try out dapat nilai sembilan, tapi sayang saat ujian dapat rangking enam.
malah ngelanturr... boleh juga tulisan diatas dijadikan lirik RAP nya Younglex

keluhan-keluhan seperti diatas karna kita selalu membandingkan terhadap hasil yang kita punya..
yaps selama ini kita sering salah arti dalam mendefinisikan prestasi.dan kesuksesan
konsep prestasi dan sukses itu bukan berarti mengalahkan orang lain.
itulah yang membuat kita susah dan sempit karna menganggap konsep prestasi  adalah mengalahkan orang lain nantinya pasti ada yang kalah dan ada yang tidak berprestasi, padahal semuanya berkesempatan untuk berprestasi.
menurut saya berprestasi itu bagaimana kita bisa lebih baik dan bisa mengembangkan kemampuan yang ada dalam diri kita
jangan membayangkan bahwa berprestasi itu lebih kaya dari oranglain, berprestasi itu lebih baik dari oranglain, sense nya lebih banyak, followernya lebih banyak, masuk tivi.  nah itu gak ada hubunganya dengan prestasi
menurut saya berprestasi adalah bisa mengembangkan diri kita menjadi lebih baik setiap saat

terus apa saja yang mempengaruhi prestasi dan kesuksesan??
  • Karakter
yang pertama adalah karakter, karakter itu gak bisa di didik..
kamu jadi manusia itu gak bisa tutup mata lalu bilang "ooww i want a be myself, and i want a be change the world, this all is impossible" setiap pagi kamu bangun tidur lalu lihat orang, setiap kamu melakukan aktivitas kamu akan terpengaruh dikit demi sedikit ke kepala kamu dan semakin terekspose lalu yang kamu yakini benar akan masuk kedalam diri kamu lalu terbentuklah karaktermu..

kalaupun ada yang bilang "kamu harus jadi diri sendiri, jangan meniru saya" mungkin dia tak sadar dengan menyuruh orang untuk menjadi diri sendiri pun sudah menginginkan orang tersebut untuk menjadi apa yang ia inginkan.. akhirnya orang tersebut menjadi diri sendiri karna disuruh oleh yang bilang tadi.
dan itu bukan kesadaran yang muncul dari diri sendiri melainkan pengaruh dari oranglain.
kata-kata memang belibet..

  •  kerja tepat
saya gak setuju kalau ada yang bilang "sukses karna kerja keras", ada yang sudah bekerja dengan keras tanpa meraih kesuksesan, yang bisa dilakukan dengan kesuksesan adalah bekerja dengan tepat.
kita bereksperimen misal saya berkeinginan untuk membeli hp
kemudian saya mempunyai  2 opsi cara untuk mendapatkanya.
yang pertama saya harus bekerja keras, jadi waiters+ngepel+delivery makanan, kerja 7jam tapi
gaji tak seberapa, kira kira kemungkinan saya bisa mendapatkan hape sangat lama dan mungkin belum sampai bisa mempunyai hape pun saya sudah menyerah atau mungkin terpotong oleh kebutuhan yang lainya.
berbeda dengan opsi yang kedua, hanya modal otak dan bisa mengaplikasikan di gadget misal.. saya sudah bisa dapat penghasilan dua kali lipat daripada opsi yang pertama dan menghemat waktu dan tenaga 20kali lipat.
kira-kira yang cenderung sukses yang pertama atau kedua??
  • LOSER
jangan jadi pengecut!!!
maksut saya begini... pernah dengar quotes "kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda??", "badai pasti berlalu??", bullshit.... itu quotes sengaja diciptakan untuk menghibur kita agar tidak down-down banget saat kita mengalami kegagalan, karna yang benar dan yang lengkap dari quotes tersebut adalah "badai pasti berlalu, hari yang cerah juga pasti berlalu!!!"
kegagalan bukanlah keberhasilan yang tertunda, kegagalan adalah keberhasilan yang tak terjadi
kalau kamu berasumsi bahwa kegagalan adalah sukses yang tertunda, berarti bisa diartikan juga bahwa kebohongan adalah jujur yang tertunda!!?? kenapa kalian pesimistis
kalau gagal ya akuilah kalau kamu itu gagal dan cari tahu kenapa kamu gagal.

nah kalau kalian sudah bisa menerapkan point-point diatas kalian akan paham apa yang kalian butuhkan.
cobalah melakukan sesuatu itu pathokanya bukan oranglain, tapi apa yang kita butuhkan..

kadang kita juga perlu mikir realistis jangan hanya percaya "nothing impossible in the world" ya kalau kita gak mau berusaha semua ya akan impossible.

sama saja kita yang anti dengan cina datang ke indonesia dengan berfikiran "wah nanti ekonomi kita di take over"
ya jelas saja di take over wong mereka setiap hari kerja keras usaha, tapi kita hanya nyantai-nyantai aja, ngrokok-ngopi-ngrokok-ngopi dirumah..
mereka gak perlu jadi cina juga bisa saja ngalahin kita

jadi gini.. semua dimulai dari cara berfikir.
karna apa yang kamu fikirkan akan keluar di kata-katamu, apa yang kamu katakan akan menjadi perilakumu, apa yang menjadi perilakumu akan menjadi kebiasaanmu, apa yang akan menjadi kebiasaanmu akan menjadi karaktermu
nah semuanya dimulai dari fikiran yang benar dan fikiran yang baik.
jadi tidak ada fikiran untuk mengalahkan oranglain, tidak ada fikiran cari musuh.
kita sering berasumsi "saya berprestasi/sukses kalau mengalahkan dia" urusanya bukan perkara itu, tapi bagaimana kita bisa terus mengembangkan kemampuan terbaik apa yang ada dalam diri kita

kata semar doa paling baik itu "alhamdulillah" yaitu mensyukuri dan menjalankan dengan baik apa yang telah diberikan Tuhan tanpa merasa lebih baik dari oranglain